Seluruh Prosiding ICCTEIE 2025 Resmi Terindeks Scopus, Unila Mantapkan Reputasi Akademik Global

Our Campus

25 March 2026 | 15.30 WIB

Seluruh Prosiding ICCTEIE 2025 Resmi Terindeks Scopus, Unila Mantapkan Reputasi Akademik Global

(Unila): Universitas Lampung (Unila) kembali menorehkan capaian akademik membanggakan di tingkat internasional. Seluruh prosiding hasil International Conference on Converging Technology in Electrical and Information Engineering (ICCTEIE) 2025 kini resmi terindeks dalam pangkalan data bereputasi dunia, Scopus. Indeksasi ini menjadi bukti nyata kualitas konten ilmiah yang dihasilkan sivitas akademika Fakultas Teknik Unila, sekaligus memperkuat posisi universitas dalam peta riset global.

Konferensi yang digelar pada 22–23 Oktober 2025 di Bandar Lampung mengangkat tema “The Future of Energy Transition in the Era of Artificial Intelligence” dan menghadirkan pakar internasional dari Jerman hingga Australia untuk membahas integrasi kecerdasan buatan dalam transisi energi.

Conference Chair ICCTEIE 2025, Dr. Eng. Ir. Lukmanul Hakim, M.Sc., menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini. “Indeksasi Scopus adalah bentuk tanggung jawab kami kepada seluruh pemakalah agar karya ilmiah mereka mendapat rekognisi global. Kami berharap publikasi ini memberi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang teknik elektro dan informatika,” ujarnya.

Technical Program Chair, Misfa Susanto, Ph.D., menambahkan bahwa proses indeksasi berjalan sesuai target dan menjadi standar mutu bagi Fakultas Teknik Unila dalam menyelenggarakan konferensi internasional. Dekan FT Unila, Dr. Ahmad Herison, turut memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan menegaskan bahwa pencapaian ini adalah pengakuan dunia terhadap kualitas riset Unila. “Kami berkomitmen mendukung setiap inisiatif ilmiah yang mendorong reputasi Unila menuju World Class University,” tegasnya.

Dengan terindeksnya seluruh prosiding ICCTEIE 2025, karya tulis para akademisi Unila dan praktisi global kini dapat diakses serta disitasi secara luas oleh masyarakat ilmiah internasional.

Hal ini tidak hanya memperkuat reputasi Unila sebagai pusat inovasi di Asia Tenggara, tetapi juga mendukung agenda nasional Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi menuju Indonesia Emas 2045. [Humas]


ICCTEIE

/

5

Rate Now