Jakarta–Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Badri Munir Sukoco menegaskan bahwa keberhasilan dalam jabatan diukur dari manfaat dan dampak yang dihasilkan. Hal tersebut disampaikan saat melantik pimpinan perguruan tinggi negeri, pejabat fungsional di lingkungan Kemdiktisaintek, serta pejabat manajerial di lingkungan Badan Industri Mineral (BIM), Selasa (27/10).
“Ukuran keberhasilan sebuah jabatan bukanlah kedudukan yang dicapai, melainkan manfaat dan dampak yang dihasilkan,” ujar Badri.
Sesjen Kemdiktisaintek menyampaikan bahwa semangat Diktisaintek Berdampak, perlu diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi masyarakat, industri, pembangunan daerah, dan masa depan Indonesia. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab di lingkungan pendidikan tinggi dinilai perlu berorientasi pada hasil, tidak terbatas pada capaian administratif maupun akademik.
Secara khusus, Sesjen Badri berpesan kepada para pimpinan perguruan tinggi negeri yang dilantik, agar memperkuat peran kampus dalam menyiapkan talenta yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan. Pengembangan perguruan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berdampak dinilai penting untuk mewujudkan hal ini. Perguruan tinggi perlu terus berkembang, mulai dari penguatan fungsi pendidikan (teaching university), pengembangan riset (research university), hingga pemanfaatan pengetahuan dan inovasi untuk menghasilkan nilai tambah melalui entrepreneurial university.
“Para pejabat yang dilantik hari ini haruslah menjadi pemimpin yang tidak hanya mampu menjaga tata kelola organisasi dengan baik, namun juga mampu membangun kolaborasi, mengembangkan talenta, dan menghadirkan dampak yang nyata,” kata Sesjen Badri.
Kepada pejabat fungsional di lingkungan unit utama Kemdiktisaintek dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX, Sesjen Kemdiktisaintek menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas. Kompetensi sesuai bidang, kedisiplinan, ketepatan kerja, kemampuan memecahkan masalah, serta kemauan untuk terus belajar menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan yang efektif dan berorientasi pada hasil.
Adapun pimpinan perguruan tinggi negeri yang dilantik untuk periode 2026–2030 adalah Rudianto Amirta sebagai Rektor Universitas Mulawarman; Ridho Kresna Wattimena sebagai Rektor Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta; Rossyda Priyadarshini sebagai Rektor Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur; Noor Cholis Basjaruddin sebagai Direktur Politeknik Negeri Bandung; Riyadi Purwanto sebagai Direktur Politeknik Negeri Cilacap; serta Wiwik Endah Rahayu sebagai Direktur Politeknik Negeri Subang.
Selain itu, Rahmat Efendi dilantik sebagai Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Muda pada Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, sedangkan Dyah Ismi Afifah dilantik sebagai Kepala Subbagian Hukum dan Advokasi pada Sekretariat BIM. Penandatanganan berita acara pelantikan dari LLDikti Wilayah IX dilaksanakan secara daring.
Amanah yang diberikan kepada para pejabat diharapkan dapat menjadi landasan untuk terus memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi Indonesia. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, inklusif, adaptif, dan berdampak menuju Indonesia Emas 2045.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak





