Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto membahas penataan program studi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan perguruan tinggi. Penataan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban administratif, sehingga dosen memiliki lebih banyak ruang untuk menjalankan kegiatan pengajaran dan penelitian. Hal ini disampaikan dalam kegiatan APTISI Executive Rector Leadership Academy (AERLA) Angkatan I di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Kamis (21/10).
Mendiktisaintek menjelaskan bahwa program studi dengan bidang keilmuan yang berdekatan, dapat ditinjau kembali struktur pengelolaannya. Perguruan tinggi juga dapat mengembangkan konsentrasi atau peminatan sesuai perkembangan ilmu pengetahuan tanpa harus selalu membentuk program studi baru. Dalam pembahasannya, Mendiktisaintek juga menekankan pentingnya memberi ruang bagi dosen, untuk menjalankan tugas utama di bidang pendidikan dan penelitian.
Dalam kesempatan tersebut, Mendiktisaintek juga membahas pentingnya mengembangkan hasil penelitian, agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan industri. Perguruan tinggi, menurut Mendiktisaintek, perlu untuk bekerja sama dengan industri untuk mengembangkan produk hasil riset yang belum dapat dipasarkan. Dengan demikian, hasil penelitian tidak hanya berhenti pada kegiatan akademik, tetapi juga berpeluang menghasilkan produk yang memiliki manfaat lebih luas.
“Bapak Presiden sangat menekankan, kita harus perbaiki industrialisasi. Kita bangun industri-industri yang ada, dan kalau sudah terbangun, diharapkan jumlah masyarakat yang mengirimkan anak-anaknya kuliah juga meningkat,” ujar Menteri Brian.
Melalui AERLA Angkatan I, pembahasan bersama pimpinan perguruan tinggi, diharapkan dapat menjadi ruang untuk menyampaikan persoalan pengelolaan kampus dan mencari penyelesaian. Penataan program studi, penyederhanaan administrasi, serta pemanfaatan hasil penelitian menjadi sejumlah isu yang dibahas untuk mendukung pengelolaan pendidikan tinggi yang lebih efektif.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak





