Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mendorong lulusan kampus untuk beradaptasi dengan perubahan, berani menciptakan hal baru, dan tetap memegang teguh integritas. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan Orasi Ilmiah, pada Wisuda Perbanas Institute Tahun 2026, Selasa (8/9).
Mendiktisaintek mengatakan para wisudawan memasuki dunia yang berubah sangat cepat. Perkembangan teknologi, perubahan model bisnis, dan jenis pekerjaan membuat kemampuan untuk mempelajari hal baru menjadi semakin penting.
Dalam menghadapi perubahan tersebut, perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) menjadi salah satu hal yang turut mengubah cara manusia bekerja, berbisnis, berkomunikasi, dan belajar. Menteri Brian menilai kemajuan teknologi perlu berjalan bersama tanggung jawab moral manusia.
“Teknologi bisa membantu kita bekerja lebih cepat, Artificial Intelligence bisa membantu kita menjadi lebih produktif. Tetapi teknologi tidak dapat menggantikan tanggung jawab moral manusia,” tegas Menteri Brian.
Menteri Brian menekankan bahwa Indonesia tidak cukup hanya memiliki orang-orang pintar, tetapi membutuhkan orang-orang pintar yang dapat dipercaya. Mendiktisaintek menjelaskan bahwa profesional perlu memiliki kompetensi sekaligus tanggung jawab, pemimpin harus berani mempertanggungjawabkan keputusan, dan ilmuwan perlu memahami bahwa ilmu pengetahuan pada akhirnya harus memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.
Karena itu, menurut Menteri Brian, kemampuan beradaptasi harus berjalan bersama integritas. Pengetahuan dan keterampilan dapat terus berkembang, sementara cara bekerja dan teknologi yang digunakan akan berubah mengikuti zaman. Namun, kejujuran, tanggung jawab, dan integritas harus tetap menjadi pegangan.
“Pengetahuan kita boleh terus diperbarui. Keterampilan kita harus terus berkembang. Cara kita bekerja boleh berubah. Teknologi yang kita gunakan pasti akan berubah. Tetapi kejujuran, tanggung jawab, dan integritas tidak boleh berubah hanya karena zaman yang berubah,” kata Menteri Brian.
Pesan tersebut juga berkaitan dengan tema Dies Natalis ke-57 Perbanas Institute, “Integrating Integrity into Creativity, Strengthening Academic Excellence for a Sustainable Future.” Brian menilai kreativitas diperlukan untuk menghadapi perubahan, tetapi perlu disertai kemampuan beradaptasi dan integritas.
“Kita membutuhkan generasi yang cukup kreatif untuk menghadapi perubahan, cukup adaptif untuk menghadapi ketidakpastian, cukup berani untuk mencoba sesuatu yang baru, tetapi juga cukup berintegritas dan mengetahui mana yang benar ketika dunia menawarkan begitu banyak jalan pintas,” kata Menteri Brian.
Menutup orasinya, Menteri Brian menyampaikan tiga pesan kepada para wisudawan sebagai bekal dalam memasuki tahap kehidupan berikutnya.
“Jadilah orang yang terus belajar, jadilah orang yang berani menciptakan sesuatu yang baru, dan jadilah orang yang tetap dapat dipercaya, bahkan ketika tidak ada seorang pun yang melihatnya,” pesan Menteri Brian.
Menteri Brian berharap para wisudawan dapat membawa ilmu, dan nilai-nilai yang diperoleh dari kampus ke mana pun mereka melangkah, membanggakan orang tua dan keluarga, menjaga nama baik almamater, serta menggunakan ilmu, kreativitas, dan kesempatan yang dimiliki untuk ikut membuat Indonesia menjadi lebih baik.
Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perubahan, inklusif dalam memberikan kesempatan dan manfaat, serta mampu menghadirkan dampak nyata melalui pendidikan, riset, dan inovasi bagi masyarakat.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak




