Mahasiswa FK UNDIP Kembangkan Inovasi Berbasis Limbah MBG, Borong Penghargaan di NWF 2026

Our Campus

03 May 2026 | 16.15 WIB

Mahasiswa FK UNDIP Kembangkan Inovasi Berbasis Limbah MBG, Borong Penghargaan di NWF 2026

UNDIP, Malang (24/04) – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui ajang Nusantara Writing Festival 5 (NWF 5) yang diselenggarakan di Malang, Jawa Timur pada 18–19 April 2026. Tim Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro berhasil meraih Silver Medal serta penghargaan Favorite Poster melalui inovasi bertajuk SAWIT (Sustainable Aroma-Based Wellness Innovation for Transportation).

Tim yang terdiri dari Naufa Nufail, Abdullah Azzam, Ainnaya Alifia Putri, dan Lavirda Pricilvia ini mengangkat solusi inovatif berupa pembersih helm berbasis eco-enzyme dari limbah kulit jeruk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inovasi ini tidak hanya berfungsi menjaga kebersihan helm, tetapi juga memanfaatkan stimulus olfaktori untuk meningkatkan kewaspadaan pengemudi ojek online saat berkendara.

Perwakilan tim, Naufa Nufail, menjelaskan bahwa ide tersebut berangkat dari tingginya risiko kecelakaan lalu lintas pada pengendara sepeda motor, khususnya ojek online, yang dipengaruhi faktor kelelahan dan distraksi.

“Helm yang digunakan hingga belasan jam dapat menjadi lembap dan memicu bau tidak sedap yang berpotensi menurunkan fokus. Melalui SAWIT, kami mengintegrasikan aspek kesehatan dan lingkungan untuk menciptakan solusi yang aplikatif,” ujarnya kepada Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro pada Senin (27/4/2026).

Ia menambahkan bahwa senyawa seperti limonene dan menthol dalam formulasi SAWIT mampu memberikan efek stimulus pada sistem saraf yang berperan dalam meningkatkan perhatian dan kewaspadaan.

Keunggulan inovasi ini dinilai terletak pada kebaruan ide yang menggabungkan isu kesehatan, keselamatan transportasi, dan pemanfaatan limbah. Tidak hanya dalam bentuk konsep, tim juga menghadirkan prototipe produk sebagai bukti kelayakan implementasi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa inovasi ini tidak berhenti pada gagasan, tetapi memiliki potensi untuk diterapkan secara nyata di masyarakat,” tambah Naufa.

Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan dosen pembimbing, Prof. Dr. Diana Nur Afifah, S.TP., M.Si. dan dr. Fanti Saktini, M.Si.Med., Sp.KJ, AHK(K), serta peran Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro dalam membangun ekosistem akademik yang suportif. Melalui pendekatan berbasis evidence, fasilitas jejaring, serta kolaborasi lintas bidang, mahasiswa didorong untuk mengembangkan inovasi yang tidak hanya ilmiah, tetapi juga solutif dan berkelanjutan.

“Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro sangat mendukung kami sejak tahap pengembangan ide hingga implementasi. Kami difasilitasi untuk menjalin kerja sama dengan mitra sehingga inovasi ini bisa diuji secara nyata,” ungkap Naufa.

Ia juga menyampaikan kebanggaannya dapat membawa nama Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro dalam kompetisi lintas disiplin.

Ke depan, tim menargetkan pengembangan lebih lanjut melalui validasi ilmiah dan hilirisasi produk kepada masyarakat, khususnya komunitas ojek online di Semarang. Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro dalam mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi berdampak bagi masyarakat. (Komunikasi Publik/ FK/ ed. Nurul)

DiktisaintekBerdampak

UNDIP

Prestasi UNDIP

/

5

Rate Now