Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sriwijaya (UNSRI) melaksanakan penandatanganan kontrak Program Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) dan Pengabdian kepada Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) Tahun 2026 secara daring di Ruang Rapat 1 KPA UNSRI Kampus Palembang, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan ini dirangkaikan dengan pemaparan pelaksanaan Program RKI Skema A, B, dan C oleh Prof. Nur Atik, dr., M.Kes., Ph.D., serta penjelasan Program PMKI Skema A dan B oleh Prof. Dr. Anton Komaini, S.Si., M.Pd.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Inovasi, Hilirisasi, dan Teknologi Informasi UNSRI, Prof. Dr. dr. Radiyati Umi Partan, SpPD-KR., M.Kes., menyampaikan bahwa kolaborasi riset menjadi harapan penting bagi seluruh Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH) dalam meningkatkan publikasi, inovasi, hilirisasi, hingga komersialisasi hasil riset.
“Bapak Rektor menekankan pentingnya riset kolaborasi menjadi suatu harapan bagi seluruh PTN BH. Di mana harapan beliau untuk meningkatkan baik publikasi maupun hasil inovasi. Jadi bagi kami yang merupakan PTN BH yang relatif baru, cukup memiliki arti penting di dalam mendorong riset-riset yang memiliki dampak terhadap industri maupun terhadap masyarakat secara keseluruhan. Beliau juga mengingatkan bahwa kerjasama ini semoga tidak hanya selesai sampai disini," Ujar Prof Radiyati.
Menurutnya, program RKI dan PMKI memiliki peran strategis dalam mendorong lahirnya riset yang berdampak langsung terhadap industri maupun masyarakat. Ia juga berharap kerja sama antarperguruan tinggi tidak berhenti pada penandatanganan kontrak semata, tetapi terus berkembang dalam berbagai bidang strategis lainnya.
"Saya sebagai Wakil Rektor bidang riset juga berharap untuk beberapa waktu ke depan kita tetap berkolaborasi bersama dalam bentuk yang baik dan bisa mendorong hasil komunikasi lebih baik di masa yang akan datang. Seperti kita tahu bahwa kalau melihat IKU kita bersama, IKU Rektor PTNBH sebagian besar, hal yang penting adalah tentang riset dan hasil riset dan pendanaan yang didapatkan dari riset ini yang kita lakukan bersama untuk mencapai hasilnya.
Semoga dengan penandatangan RKI ini, kita bersama bisa meningkatkan hasil yang lebih optimal di masa yang akan datang dan tentunya memberikan dampak kepada masyarakat. Semoga kolaborasi tetap terjadi dan akan lebih meningkat di masa yang akan datang dan memberikan dampak kepada kita semua, kepada institusi, kepada bangsa, dan negara,” Pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi LPPM PTNBH, Prof. Dr. R Benny Riyanto, S.H., M.Hum., CN. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus asosiasi, reviewer, serta pimpinan LPPM PTN BH yang telah mendukung penuh proses pelaksanaan RKI dan PMKI 2026. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada UNSRI selaku tuan rumah pada kegiatan penandatangan Kontrak RKI–PMKI 2026 ini.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Universitas Sriwijaya selaku tuan rumah dan saya ucapkan sukses dan selamat kepada para peneliti dan pengabdi kita yang sudah lolos untuk tanda tangan kontrak pada pagi hari ini,” ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa program RKI dan PMKI merupakan bentuk nyata sinergi antar-LPPM PTN BH yang tidak hanya meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian, tetapi juga menjadi langkah efisiensi anggaran melalui pendanaan bersama antarperguruan tinggi.
“Melalui kolaborasi ini, kualitas riset meningkat secara signifikan karena reviewernya itu kita ambil dari masing-masing PTNBH yang mana mereka itu tidak terlibat konflik kepentingan dengan para penelitinya yang direview. Kemudian juga terjadi peningkatan luaran riset karena dari satu riset nantinya akan menghasilkan tiga luaran yang bisa dimanfaatkan oleh tiga perguruan tinggi PTNBH sebagai hasil kolaborasi tersebut. Sehingga ini sangat menunjukkan untuk capaian IKU yang tadi sudah disimpul oleh ibu warek, riset kita perlu support terhadap capaian IKU masing-masing perguruan tinggi kita.
Kemudian terkait dengan pengabdian juga kita akan melakukan peningkatan kualitas pengabdian maupun luarannya karena sama dengan penelitian, pengabdian ini juga kita review oleh reviewer yang independen yang tidak terlibat konflik kepentingan namun mereka profesional di bidangnya. Rata-rata mereka yang dikirim untuk menjadi reviewer adalah reviewer penelitian maupun pengabdian nasional,” jelasnya.
Ia berharap program RKI dan PMKI dapat terus menjadi sarana peningkatan kualitas riset dan pengabdian masyarakat yang mendukung capaian indikator kinerja utama (IKU) perguruan tinggi.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua LPPM UNSRI Prof. Dr. Ir. M. Said, M.Sc., Sekretaris LPPM UNSRI, Prof. Dr. Yuanita Windusari, S.Si., M.Si., jajaran pengurus asosiasi LPPM PTNBH, reviewer, serta para penerima pendanaan program tahun 2026. (Humas_UNSRI)






