Lebih dari 5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Wamendiktisaintek Fauzan dan Waperdam Timor-Leste Bahas Potensi Riset Bersama

News

27 Oktober 2026 | 22.15 WIB

Lebih dari 5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Wamendiktisaintek Fauzan dan Waperdam Timor-Leste Bahas Potensi Riset Bersama

Jakarta—Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam pembangunan nasional, terutama dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu menjawab tantangan masyarakat. Peran tersebut juga dapat diperkuat melalui kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi, penelitian, dan pengembangan kapasitas, sehingga kolaborasi antarnegera menghasilkan manfaat yang lebih luas.


Lebih dari 5.700 mahasiswa Timor-Leste menempuh pendidikan tinggi di Indonesia. Berbagai kolaborasi antarkampus juga telah ditempuh oleh perguruan tinggi Indonesia dan Timor Leste, mencakup kemitraan antaruniversitas (University to University/U2U), riset bersama, hingga pertukaran dosen dan mahasiswa. Capaian ini mencerminkan eratnya hubungan kerja sama pendidikan kedua negara yang terus dikembangkan melalui berbagai skema beasiswa dan kemitraan perguruan tinggi.


Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya Timor-Leste untuk memperkuat kapasitas SDM melalui pendidikan tinggi di Indonesia, sejalan dengan kebutuhan pengembangan SDM  dan penguatan institusi pendidikan tinggi di negara tersebut.


Menyikapi hal ini, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan menegaskan bahwa kontribusi perguruan tinggi tidak hanya dinilai dari capaian akademik, tetapi juga dari perannya dalam meningkatkan kualitas pembangunan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. 


Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri (Waperdam) Timor Leste, Mariano Assanami Sabino Lopes di kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Senin (26/10). Pertemuan ini membahas pengembangan SDM, penelitian bersama, pertukaran mahasiswa, dan peningkatan kapasitas perguruan tinggi kedua negara.


“Posisi kampus tidak bisa dilihat secara parsial dalam konteks pembangunan satu negara, tetapi kampus menjadi bagian tak terpisahkan dari kualitas pembangunan bangsa,” kata Wamen Fauzan.


Wamendiktisaintek juga menekankan bahwa penelitian perguruan tinggi perlu menghasilkan manfaat nyata, dan menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat. Hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah atau pemenuhan persyaratan kenaikan jabatan akademik.


“Riset pun adalah riset yang harus berdampak. Jangan hanya berhenti sampai dengan jurnal. Jangan hanya riset yang ingin digunakan untuk meningkatkan kepangkatan, teetapi riset yang dapat memberikan kontribusi riil terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Wamen Fauzan.


Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang penelitian bersama di bidang kesehatan, perikanan, dan keanekaragaman hayati. Potensi tersebut mencakup penelitian mengenai penyakit, sumber daya perairan, serta spesies lokal yang dapat dikaji untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan menjawab kebutuhan pembangunan kedua negara.


Waperdam Mariano menyampaikan bahwa kedekatan budaya, hubungan persaudaraan, dan bahasa menjadi pertimbangan Timor Leste dalam mengembangkan kerja sama pendidikan dengan Indonesia. Kesamaan tersebut dinilai mempermudah komunikasi dan pertukaran pengetahuan dalam pengembangan sumber daya manusia.


“Kita berharap bahwa untuk masuk standarnya sama, kita lebih fokus kerja sama lebih banyak dengan Indonesia karena masalah kultur, masalah persaudaraan, dan juga masalah bahasa yang lebih mudah untuk bisa komunikasi. Jadi, pembangunan human resource ini kita fokusnya lebih ke Indonesia,” tutur Waperdam Mariano.


Selain penelitian, pertemuan tersebut membahas peningkatan kapasitas dosen, pengembangan karier akademik, dan pertukaran mahasiswa. Kedua pihak juga mendiskusikan administrasi mahasiswa asing, termasuk visa dan izin tinggal untuk keperluan pendidikan.


Pembahasan turut mencakup pembaruan nota kesepahaman bidang pendidikan tinggi antara Indonesia dan Timor-Leste yang dijadwalkan berakhir pada 2027. Pengembangan kerja sama ini menjadi salah satu agenda untuk melanjutkan hubungan pendidikan tinggi kedua negara, termasuk dalam konteks keanggotaan Timor Leste di ASEAN.


Melalui pembahasan tersebut, kerja sama pendidikan tinggi Indonesia-Timor Leste diharapkan dapat memperluas pertukaran pengetahuan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta membuka peluang penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat kedua negara.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak


/

5

Rate Now