Kemdiktisaintek Raih Juara pada MTQ VIII Korpri Nasional 2026

News

30 Agustus 2026 | 05.45 WIB

Kemdiktisaintek Raih Juara pada MTQ VIII Korpri Nasional 2026

MakassarKementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong penguatan karakter dan pengembangan talenta insan pendidikan tinggi, melalui partisipasi dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional Tahun 2026 di Provinsi Sulawesi Selatan. MTQ yang mengusung tema “ASN Berakhlak Mulia, Indonesia Tangguh”, diikuti oleh kafilah dari berbagai kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah di Indonesia, resmi ditutup oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sabtu (29/08).

Penutupan MTQ VIII Korpri Nasional menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang mempertemukan kafilah dari berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi. Hal ini ditandai dengan penunjukan secara simbolis tuan rumah MTQ selanjutnya kepada Provinsi Maluku Utara, yang dilakukan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, kepada Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.

Kepala Badan Kepegawaian Negara sekaligus Ketua Umum KORPRI, Zudan Arif Fakrulloh, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberlanjutan MTQ KORPRI. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus membangun insan yang berkarakter dan berintegritas.

Dalam rangkaian kompetisi yang berlangsung, kafilah Kemdiktisaintek berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada MTQ VIII Korpri Nasional 2026. Hikmatul Laila, Dosen Universitas Negeri Makassar (UNM), meraih Juara Harapan II kategori Hafalan Hadis Nabi Muhammad SAW, sementara Ruhul Quddus yang juga Dosen UNM, berhasil melaju hingga babak final pada kategori yang sama.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan Kemdiktisaintek sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan talenta insan pendidikan tinggi dapat berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai spiritual. Prestasi ini juga mencerminkan kontribusi perguruan tinggi dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berintegritas. 


Kepala Biro Umum, Humas, dan Pengadaan Barang dan Jasa (BUHPBJ) Kemdiktisaintek, Manifes Zubayr menyampaikan apresiasi kepada seluruh kafilah yang telah mengharumkan nama Kemdiktisaintek dalam MTQ itu. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras, persiapan, dan keberanian peserta memberikan kemampuan terbaik dalam ajang tingkat nasional. 


Kepala Biro Manifes kemudian menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh kafilah Kemdiktisaintek, khususnya Saudara Ruhul Quddus dan Hikmatul Laila yang berhasil menorehkan prestasi pada MTQ VIII Korpri Nasional. Capaian ini tentunya menjadi kebanggaan bagi kementerian, sekaligus menunjukkan potensi insan Kemdiktisaintek yang tidak hanya unggul dalam bidang profesional, tetapi juga memiliki penghayatan dan pengamalan nilai-nilai keagamaan.


“Kami berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar Kemdiktisaintek untuk terus mengembangkan potensi dan berprestasi di berbagai bidang. Yang paling penting, nilai-nilai yang dibawa melalui MTQ ini dapat tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, terutama dalam menjaga integritas, memberikan pelayanan terbaik, serta menghadirkan birokrasi yang profesional dan berdampak bagi masyarakat,” tuturnya. 


Toreh Prestasi


Salah satu kafilah Kemdiktisaintek, Hikmatul Laila, Dosen Universitas Negeri Makassar, yang berhasil meraih predikat juara harapan dua cabang lomba Hafalan Hadits Nabi Muhammad SAW, mengaku bahwa MTQ VIII Korpri Nasional 2026 merupakan pengalaman pertamanya. 


Keikutsertaannya diawali melalui proses seleksi internal di tingkat program studi dan perguruan tinggi, sebelum kemudian diusulkan kepada rektor untuk mendapatkan surat tugas dan selanjutnya menjadi bagian dari kafilah Kemdiktisaintek.


Untuk menghadapi perlombaan, ia melakukan persiapan secara intensif selama kurang lebih satu bulan. Persiapan dilakukan melalui murojaah, latihan bersama rekan-rekan, hingga simulasi perlombaan. 


Rangkaian MTQ juga menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Sejak mengikuti pembukaan dan Pawai Ta'aruf hingga pelaksanaan lomba, ia mengungkapkan bahwa dirinya harus menjalani rangkaian kegiatan sekaligus mempersiapkan diri untuk kompetisi. Lokasi perlombaan yang berada di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), sekitar satu setengah hingga dua jam perjalanan dari tempat penginapan di Makassar, membuat para peserta harus berangkat sejak pagi. Kondisi tersebut dijalani dengan penuh semangat sembari terus melakukan persiapan dan menjaga hafalan.


Perjuangan tersebut akhirnya berbuah manis, dengan keberhasilannya melaju hingga babak final. Ia mengaku bersyukur, terharu, dan bahagia karena sebelumnya tidak pernah membayangkan dapat menjadi finalis dan meraih predikat Juara Harapan II dalam MTQ KORPRI tingkat nasional.


“Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur dan berterima kasih sudah mendapatkan kesempatan menjadi peserta MTQ ini. Terlebih saya bisa menjadi finalis. Sebelumnya tidak pernah terbayangkan bahwa saya akan bisa masuk ke babak final. Saya merasa terharu dan sangat senang,” ungkapnya.


Pengalaman mengikuti kompetisi tingkat nasional tersebut, juga membuatnya melihat akan pentingnya persiapan yang lebih matang bagi kafilah Kemdiktisaintek pada penyelenggaraan berikutnya. Menurutnya, pembinaan yang dilakukan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan, akan membantu peserta meningkatkan kemampuan sekaligus memahami karakter kompetisi. Ia berharap ke depan Kemdiktisaintek dapat menyiapkan pembimbing atau pelatih bagi para calon kafilah sejak jauh hari, sehingga proses persiapan tidak hanya dilakukan secara mandiri dalam waktu yang relatif singkat.


“Beberapa peserta yang mengikuti cabang Hadis ini sudah pernah mendapatkan prestasi di tingkat nasional. Ada juga yang memang dipersiapkan oleh kementerian atau pemerintah provinsi, bahkan didampingi coach dan pembimbing selama perlombaan. Karena itu, harapan saya ke depan semoga Kemdiktisaintek dapat menyiapkan pembimbing dan melakukan persiapan jauh-jauh hari, sehingga peserta bisa lebih siap menghadapi kompetisi,” tuturnya.


Ia menilai persiapan jangka panjang, pembinaan rutin, serta simulasi perlombaan dapat menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan prestasi kafilah Kemdiktisaintek. Dengan pengalaman yang diperolehnya pada MTQ VIII Korpri Nasional 2026, ia berharap partisipasi Kemdiktisaintek pada ajang mendatang dapat semakin kuat dan mampu melahirkan lebih banyak peserta berprestasi.


Sementara anggota kafilah lainnya, Ruhul Quddus yang juga Dosen UNM, menyampaikan bahwa dukungan yang diberikan kementerian menjadi motivasi penting selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan MTQ VIII KORPRI. Baginya kepercayaan untuk mewakili Kemdiktisaintek merupakan sebuah kehormatan, sekaligus tanggung jawab untuk memberikan kemampuan terbaik pada ajang tingkat nasional tersebut.


“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa mengikuti MTQ Korpri VIII Tahun 2026 di Sulawesi Selatan  pada cabang Hafalan Hadis dan berhasil masuk ke babak final. Saya mengucapkan terima kasih kepada Kemdiktisaintek atas dukungan yang luar biasa kepada kami sebagai kafilah kementerian. Dukungan tersebut menjadi semangat bagi kami untuk berusaha memberikan yang terbaik,” ujar Ruhul.


Lebih lanjut, Ruhul berharap keikutsertaan Kemdiktisaintek dalam MTQ Korpri dapat terus berlanjut pada penyelenggaraan berikutnya, dengan semangat pembinaan dan peningkatan prestasi yang semakin kuat. Ia optimistis bahwa pengalaman yang diperoleh pada MTQ VIII Korpri Nasional akan menjadi bekal berharga untuk terus mengembangkan kemampuan, sekaligus berkontribusi membawa nama baik Kemdiktisaintek di masa mendatang.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Kemdiktisaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif


/

5

Rate Now