Kemdiktisaintek Dorong Riset Perguruan Tinggi Perkuat Inovasi Sampah Menjadi Energi

News

04 May 2026 | 20.00 WIB

Kemdiktisaintek Dorong Riset Perguruan Tinggi Perkuat Inovasi Sampah Menjadi Energi

Jakarta—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan dukungannya terhadap percepatan pengelolaan sampah nasional melalui pengembangan Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL). Hal ini disampaikan melalui kehadiran Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal (Plt. Sesjen) Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco dalam kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan PT Danantara Investment Management di Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan, Senin (4/5).

Penandatanganan ini menjadi langkah konkret percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan yang mengkonversi sampah menjadi energi listrik, sekaligus menjawab kondisi darurat sampah di wilayah perkotaan, khususnya DKI Jakarta.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa persoalan sampah Jakarta telah menjadi perhatian strategis nasional yang membutuhkan penanganan terintegrasi.

“Penandatanganan ini adalah kontrak dengan jutaan warga Jakarta. Bahwa sampah mereka tidak akan terus menumpuk, berbau, dan membanjiri jalan mereka lagi, diharapkan dua tahun lagi,” tegas Menko Zulkifli.

Menko Bidang Pangan juga menyampaikan bahwa melalui kebijakan percepatan, pemerintah menargetkan pengolahan sampah secara menyeluruh hingga 100% pada tahun 2029, dengan pendekatan teknologi waste-to-energy sebagai salah satu solusi utama.

Sejalan dengan hal tersebut, Kemdiktisaintek menempatkan perguruan tinggi dan ekosistem riset sebagai aktor kunci dalam mendukung implementasi teknologi pengolahan sampah yang inovatif dan berkelanjutan. Melalui penguatan riset terapan, kolaborasi dengan industri, serta pengembangan teknologi tepat guna, perguruan tinggi didorong untuk menghadirkan solusi berbasis sains yang dapat diimplementasikan secara langsung di lapangan.

Kemdiktisaintek juga terus mendorong hilirisasi riset dan inovasi di bidang energi terbarukan dan lingkungan, termasuk teknologi pengolahan sampah, agar tidak berhenti pada publikasi, tetapi mampu menghasilkan produk dan sistem yang berdampak nyata bagi masyarakat. Pendekatan ini sejalan dengan penguatan program Diktisaintek Berdampak yang mengintegrasikan pembelajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat dalam menjawab persoalan riil nasional.

Selain itu, kolaborasi multipihak antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam mempercepat adopsi teknologi PSEL. Dalam konteks ini, Kemdiktisaintek berperan dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul, memperkuat kapasitas riset, serta menjembatani inovasi menuju implementasi industri.

Melalui sinergi tersebut, Kemdiktisaintek optimistis bahwa pengembangan fasilitas PSEL tidak hanya menjadi solusi penanganan sampah, tetapi juga mendorong transisi menuju ekonomi sirkular dan ketahanan energi nasional berbasis inovasi dalam negeri.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif


/

5

Rate Now