Kemdiktisaintek Dorong Humas Perguruan Tinggi Hadirkan Konten yang Berdampak bagi Publik

Our Campus

01 Agustus 2026 | 00.00 WIB

Kemdiktisaintek Dorong Humas Perguruan Tinggi Hadirkan Konten yang Berdampak bagi Publik

Medan — Kepala Bagian Humas dan Protokoler Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Doddy Zulkifli Indra Atmaja, S.I.Kom., M.Si., mendorong pengelola kehumasan perguruan tinggi untuk meninggalkan pola konten yang didominasi kegiatan seremonial dan beralih menghadirkan konten yang memberikan dampak bagi publik.

Hal tersebut disampaikan Doddy dalam Webinar “Humas Berdampak: Menghadirkan Konten Positif yang Mengedukasi dan Inspiratif di Era Digital” yang digelar Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) secara daring, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti 77 peserta yang merupakan pengelola media sosial dan laman perguruan tinggi di lingkungan UMSU.

Doddy menjelaskan, perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi turut mengubah paradigma kehumasan perguruan tinggi dalam memproduksi konten digital. Menurutnya, media sosial kampus tidak seharusnya hanya menjadi ruang untuk mendokumentasikan kegiatan formal, tetapi juga perlu menghadirkan cerita inspiratif mahasiswa dan alumni serta berbagai aktivitas yang membuat publik lebih dekat dengan kehidupan kampus.

“Calon mahasiswa banyak mencari informasi dari media sosial. Karena itu, media sosial harus diubah menjadi media interaksi. Porsi konten seremonial dikurangi dan lebih banyak menghadirkan kehidupan mahasiswa, siaran langsung, serta konten yang membuat audiens merasa dekat dengan kampus,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan kehumasan saat ini tidak cukup diukur dari banyaknya konten yang dipublikasikan. Lebih dari itu, humas perlu memastikan pesan yang disampaikan mampu membentuk persepsi positif dan memberikan dampak bagi publik.

“Untuk membangun citra, kehumasan sekarang tidak lagi menghasilkan jumlah konten yang banyak saja, tetapi pesan, persepsi, dan dampaknya harus tersampaikan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Doddy juga mendorong perguruan tinggi untuk memanfaatkan berbagai format konten yang sedang berkembang, antara lain video singkat berdurasi 30–60 detik yang edukatif, teknik storytelling, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam proses produksi konten.

Selain media sosial, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas laman resmi perguruan tinggi sebagai sumber informasi yang kredibel. Penguatan kolaborasi dengan industri, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi lain juga dinilai penting untuk memperluas jangkauan dan dampak komunikasi institusi.

Doddy turut mengapresiasi capaian UMSU yang menempati peringkat pertama dalam pemeringkatan uniRank 2026 untuk kategori perguruan tinggi berbasis Islam di dunia. Pemeringkatan tersebut menggunakan metrik popularitas web dan mencakup 438 institusi.

“Kehumasan memiliki peran strategis dalam membangun narasi kampus yang berdampak. Kehumasan berkaitan dengan reputasi institusi di mata publik,” ujar sosok yang akrab disapa Kang Doddy tersebut.

Pentingnya Tata Kelola Informasi

Menanggapi materi tersebut, Ketua Tim Humas LLDikti Wilayah I, Armiadi Asamat, S.Sos., M.Si., menilai pergeseran menuju konten berdampak perlu dibarengi dengan penguatan tata kelola informasi di tingkat perguruan tinggi.

Menurutnya, kecepatan produksi konten di era digital harus tetap diimbangi dengan ketelitian dan akurasi informasi. Kesalahan dalam mencantumkan data, nama, maupun konteks dapat berdampak terhadap reputasi institusi.

“Kanal digital menuntut kita cepat. Tetapi satu unggahan yang salah data, salah nama, atau salah konteks dapat menghapus reputasi yang dibangun bertahun-tahun,” ujarnya.

Ia mengatakan, praktik kehumasan yang baik perlu ditopang tata kelola informasi yang sederhana dan jelas, seperti penerapan alur verifikasi sebelum publikasi serta penetapan juru bicara resmi di setiap institusi.

Armiadi juga menegaskan bahwa konten positif tidak sama dengan pencitraan. Menurutnya, konten yang berkelanjutan harus berangkat dari kinerja nyata perguruan tinggi yang memang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Konten positif yang berkelanjutan hanya lahir dari kinerja institusi yang memang layak diceritakan, sementara tugas humas adalah menerjemahkan kerja akademik menjadi informasi yang dipahami publik,” katanya.

Dukungan Pimpinan UMSU

Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd., yang membuka kegiatan menyampaikan apresiasi atas pendampingan kehumasan yang diberikan Kemdiktisaintek. Ia menilai peran humas semakin penting dalam menyampaikan berbagai capaian dan aktivitas perguruan tinggi kepada masyarakat.

“Peran humas ke depan sangat penting dan urgen dalam penyampaian konten positif. Harapannya dari webinar ini, konten-konten yang dihasilkan bisa lebih positif dan kreatif, serta mendorong kolaborasi antar-fakultas dan lembaga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas UMSU, Dr. Ribut Priadi, M.I.Kom., menilai webinar tersebut memberikan wawasan baru bagi pengembangan kehumasan di lingkungan UMSU. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan LLDikti Wilayah I dalam pelaksanaan UMSU Creators Fest.

Salah seorang peserta, Venny Eriska, mengaku memperoleh perspektif baru mengenai produksi konten setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Selama ini menganggap kuantitas penting, tapi ternyata bukan itu penentu dalam membangun citra dan reputasi,” ujarnya.

Webinar tersebut merupakan bagian dari rangkaian program UMSU Creators Fest yang bertujuan mendorong lahirnya kreator konten positif di lingkungan kampus. Kegiatan terselenggara melalui kolaborasi UMSU dengan LLDikti Wilayah I.

Melalui penguatan kapasitas pengelola kehumasan, perguruan tinggi diharapkan mampu menghadirkan komunikasi publik yang lebih kreatif, akurat, relevan, dan berdampak, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan tinggi.

#DiktisaintekBerdampak

#HumasBerdampak

#LLDikti1Berdampak

/

5

Rate Now