Jakarta–Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menerima audiensi Under-Secretary-General of the United Nations sekaligus Executive Secretary of the United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UN ESCAP), Armida S. Alisjahbana, di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Kamis (18/6).
Pertemuan tersebut membahas berbagai isu terkait transisi energi di kawasan Asia Pasifik, termasuk pengembangan sumber daya manusia, dukungan kajian perguruan tinggi dalam proses perumusan kebijakan, serta peluang kolaborasi antara Indonesia dan UN ESCAP.
Menteri Brian menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong keterlibatan perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional melalui riset, inovasi, dan kajian akademik.
"Pak Presiden Prabowo mengarahkan ingin banyak melibatkan perguruan tinggi untuk berbagai kajian. Sehingga untuk setiap kebijakan strategis, Pak Presiden selalu meminta paling tidak ada second opinion dari kajian perguruan tinggi," ujar Menteri Brian.
Menteri Brian juga menyampaikan bahwa transisi energi menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian pemerintah. Dalam pertemuan tersebut, disoroti berbagai upaya yang tengah didorong untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi serta pentingnya dukungan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan sektor energi di masa depan.
Pada kesempatan yang sama, Executive Secretary UN ESCAP, Armida menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah menjalankan program Energy Transition for Green Growth and Prosperity yang menjadi salah satu agenda prioritas di kawasan Asia Pasifik. Indonesia menjadi salah satu negara fokus bersama Thailand dalam pelaksanaan program tersebut.
Melalui kerja sama dengan ASEAN Secretariat dan berbagai mitra strategis lainnya, UN ESCAP melakukan serangkaian diskusi dengan kementerian, lembaga, pelaku industri, dan pemangku kepentingan terkait di Indonesia untuk memperoleh masukan mengenai berbagai aspek transisi energi, termasuk kebutuhan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Dalam rangkaian diskusi tersebut, penguatan keterampilan dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu isu yang mengemuka. Menurut Executive Secretary, Armida, sejumlah pemangku kepentingan menilai bahwa pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan sektor energi masa depan penting untuk mendukung keberhasilan transisi energi di Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Brian menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menyiapkan talenta yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional, termasuk dalam mendukung pengembangan sektor energi di masa depan.
Selain membahas pengembangan SDM, kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai pentingnya dukungan kajian dan analisis dalam proses perumusan kebijakan. Dalam pertemuan tersebut, Executive Secretary, Armida menyampaikan pengalamannya dalam berbagai forum internasional, termasuk pengamatannya mengenai pentingnya dukungan analisis dan kajian berbasis bukti dalam mendukung pengambilan kebijakan.
Kemdiktisaintek menyambut baik berbagai peluang kolaborasi yang dibahas dalam pertemuan tersebut, termasuk dalam bidang kajian, riset, dan pengembangan kapasitas yang mendukung agenda pembangunan nasional dan regional.
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Kemdiktisaintek dan ESCAP dalam mendorong pemanfaatan pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan inovasi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan serta menjawab berbagai tantangan strategis di tingkat nasional maupun regional.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak






