Kemdiktisaintek dan DAAD Jerman Bahas Peluang Studi Mahasiswa Indonesia dan Kolaborasi Riset

News

21 Oktober 2026 | 16.15 WIB

Kemdiktisaintek dan DAAD Jerman Bahas Peluang Studi Mahasiswa Indonesia dan Kolaborasi Riset

Jakarta – Peluang kolaborasi internasional di bidang pendidikan tinggi dan riset terus dijajaki oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), mulai dari pendanaan penelitian bersama, mobilitas mahasiswa dan profesor, hingga pengembangan kapasitas perguruan tinggi. Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dengan Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste dan Presiden German Academic Exchange Service (DAAD), Joybrato Mukherjee di kantor Kemdiktisaintek, Rabu (21/10).


Penjajakan ini dapat membuka kesempatan lebih luas bagi mahasiswa, dan peneliti Indonesia untuk memperoleh pengalaman akademik internasional, sekaligus membangun kolaborasi riset yang berdampak bagi kedua negara.


“Kami berpikir untuk bisa mengembangkan joint research. Kita bisa memberikan pendanaan di sisi Indonesia, dan sisi Jerman juga dapat memberikan pendanaan,” ujar Menteri Brian.


Mendiktisaintek menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Jerman berpotensi membuka akses, dan peluang mobilitas mahasiswa dan profesor. Kerjasama ini kedepannya juga dapat memberi pengalaman akademik internasional, sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan antarkampus dan budaya.


Lebih lanjut saat melalukan pembahasan terkait beasiswa, Dubes Jerman untuk Indonesia menyoroti bahwa biaya pendidikan di Jerman dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi mahasiswa Indonesia yang mencari kesempatan studi di luar negeri. 


Kedua pihak juga membicarakan kemungkinan pembentukan Joint Working Group pada tingkat pelaksana. Mekanisme ini dapat dieksplorasi sebagai ruang untuk mendiskusikan prioritas, memetakan mitra perguruan tinggi, dan mengidentifikasi skema kolaborasi yang memungkinkan.


Menyikapinya, Presiden DAAD menekankan pentingnya kemitraan yang memberi manfaat bagi kedua negara. Ia mencontohkan riset biodiversitas dan pengembangan kawasan perkotaan sebagai bidang yang membutuhkan pengetahuan serta keahlian dari Indonesia maupun Jerman.


Melalui pertemuan ini, Kemdiktisaintek dan pihak Jerman menjajaki sejumlah peluang yang dapat ditindaklanjuti dalam pembahasan berikutnya. Kesempatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi kolaborasi internasional yang semakin erat dan berkelanjutan, sehingga memberi manfaat nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi, riset, dan pembangunan nasional.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak


/

5

Rate Now