KBK Governansi Publik FISIP UNDIP Finalisasi Book Chapter Scopus IGI Global, Libatkan 54 Penulis dari 7 Negara

Our Campus

13 Agustus 2026 | 21.00 WIB

KBK Governansi Publik FISIP UNDIP Finalisasi Book Chapter Scopus IGI Global, Libatkan 54 Penulis dari 7 Negara

UNDIP, Malang (13/8) – Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Governansi Publik (Public Governance), Departemen Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (UNDIP) sukses menggelar forum akademik Scientific Consortium bertajuk “Navigating Global Research: Building Impactful Global Research”. Kegiatan strategis yang dilaksanakan secara hybrid, berpusat di Meeting Rooms Kapal Garden Hotel Malang, merupakan bagian integral dari rangkaian program World Class University (WCU).

Ketua Kelompok Bidang Keahlian (Head of Expertise Group), Prof. Dr. Dra. Hartuti Purnaweni, MPA, menegaskan bahwa konsorsium ilmiah ini dirancang secara sistematis untuk meningkatkan visibilitas riset, menerapkan strategi sitasi yang efektif, memperluas eksposur akademik di kancah internasional, hingga menjajaki peluang hibah riset global.

“Sebagai bagian dari akselerasi WCU, kami berkomitmen untuk memfasilitasi para peneliti dan dosen menghasilkan riset yang tidak hanya berdampak secara global, tetapi juga memiliki rekognisi internasional yang kuat melalui publikasi berkualitas dan kolaborasi lintas negara,” ungkap Prof. Hartuti.

Kawal Proyek Book Chapter Internasional Bersama IGI Global

Salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan WCU ini adalah pemaparan capaian (progress report) dari proyek buku internasional (Book Chapter) terindeks Scopus bertajuk “Navigating Global Mangrove Management: International Academic Collaboration on Policy and Practice” yang diterbitkan oleh penerbit bereputasi global, IGI Global.

Hingga akhir Juli 2026, proyek kolaborasi internasional ini telah memasuki tahap finalisasi dengan capaian akademik yang membanggakan. Sebanyak 16 chapter telah ditetapkan untuk diterbitkan dengan melibatkan 54 penulis dari tujuh negara, yaitu Indonesia, Bangladesh, Malaysia, India, Tiongkok, Uni Emirat Arab, dan Uzbekistan. Komposisi tersebut mencerminkan kuatnya jejaring akademik internasional serta keberagaman perspektif dalam membahas kebijakan dan praktik pengelolaan mangrove di berbagai kawasan.

Seluruh chapter telah melalui proses seleksi, penelaahan, dan penyempurnaan substansi secara bertahap dengan melibatkan para dosen, peneliti, serta pakar dari berbagai negara. Dalam rangka memperkuat dampak akademik dan meningkatkan visibilitas keilmuan institusi, para penulis dalam konsorsium ini juga berkomitmen untuk mengintegrasikan setidaknya 15 sitasi yang relevan dari artikel ilmiah karya civitas academica UNDIP ke dalam masing-masing chapter.

Kupas Tuntas Strategi Hibah Internasional dan Peningkatan Sitasi

Selain mengawal luaran buku, kegiatan Scientific Consortium ini diisi dengan sesi Focus Group Discussion (FGD) mendalam yang menghadirkan pakar dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yaitu Tonny Dian Effendi, Ph.D. dan Dr. Salahudin, S.I.P., M.Si., M.P.A., dengan dipandu oleh Ali Roziqin, S.A.P., M.P.A. sebagai moderator.

Pemateri sesi pertama, Tonny Dian Effendi, membedah strategi untuk memenangkan hibah penelitian internasional (how to find a grant). Ia menekankan pentingnya membangun rekam jejak digital peneliti (seperti pemanfaatan LinkedIn dan academic website) serta jeli dalam merumuskan Research Problem yang kuat dalam proposal. Tonny juga memetakan peluang pendanaan riset di kawasan Asia, seperti Sumitomo Grant di Jepang yang menyukai isu seni-humaniora bersama mitra GRIPS, serta peluang riset komparatif kebijakan pesisir di Korea Selatan. Sementara itu, Dr. Salahudin memaparkan materi krusial mengenai academic profiling untuk meningkatkan sitasi global. Menurutnya, konsistensi penggunaan nama resmi kampus dan integrasi identitas digital seperti ORCID (sebagai NIK peneliti), Scopus ID, Google Scholar, dan ResearchGate menjadi kunci utama agar karya ilmiah periset dapat diakses dan diakui di tingkat global.

Dorong Publikasi Kolaboratif Dosen-Mahasiswa

Rangkaian FGD juga merumuskan strategi penulisan manuskrip berstandar Scopus, mulai dari penyusunan pendahuluan dengan global point of view, pemetaan research gap yang detail (baik evidence, knowledge, hingga theoretical gap), hingga pemanfaatan program kemitraan dengan penerbit besar seperti skema IOAP (Institutional Open Access Program).

Sementara itu, salah satu anggota KBK Governansi Publik, Dr. Amni Zarkasyi Rahman, M.Si., yang juga merupakan Ketua Program Studi S3 Doktor Administrasi Publik nomor 1 di Indonesia versi Edurank 2026, menyampaikan bahwa forum ini mendorong optimalisasi skema publikasi kolaboratif antara dosen dan mahasiswa.

“Kolaborasi di mana mahasiswa bertindak sebagai penulis pertama (first author) dan dosen sebagai corresponding author dinilai sebagai strategi taktis yang efektif untuk mendongkrak pemeringkatan universitas di tingkat internasional. Karya akademis mahasiswa, mulai dari skripsi, tesis, hingga disertasi, pun dapat diarahkan untuk menembus Book Chapter global dengan melakukan kontekstualisasi tema ke arah isu global seperti SDGs,” ungkap Dr. Amni.

Turut hadir anggota KBK Governansi Publik UNDIP lainnya, yaitu Dra. Maesaroh, M.Si., Junjung Sahala Tuamanik, S.Sos., M.A.P., dan Nilam Adini Rakhma, M.A.P., menegaskan bahwa KBK Governansi Publik menjadi benchmark bagi salah satu strategi FISIP UNDIP untuk meningkatkan jumlah publikasi dan sitasi dosen. Langkah nyata melalui penguatan konsorsium ilmiah terpadu ini diharapkan dapat semakin memperkokoh posisi UNDIP dalam jajaran universitas bereputasi dunia (World Class University). (Komunikasi Publik/ FISIP/ Tim KBK)

DiktisaintekBerdampak

Kolaborasi Internasional

UNDIP

Riset UNDIP

/

5

Rate Now