International Seminar on Agriculture (ISA) UNDIP 2026 Dukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan dan Ketahanan Pangan Global

Our Campus

08 Agustus 2026 | 22.00 WIB

International Seminar on Agriculture (ISA) UNDIP 2026 Dukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan dan Ketahanan Pangan Global

UNDIP, Semarang (8/8) – Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) telah menyelenggarakan International Seminar on Agriculture (ISA) 2026 di Grand Candi Hotel, Semarang pada Rabu, 29 Juli 2026. Mengusung tema “Strengthening Sustainable Agri-Food Systems through Science, Technology, and Policy Integration“, seminar ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, pembuat kebijakan, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk mendiskusikan solusi inovatif dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan global. Kegiatan ini mencerminkan komitmen berkelanjutan UNDIP dalam memperkuat kolaborasi akademik internasional serta mendorong penelitian yang berdampak dalam menjawab tantangan pertanian masa kini.

Seminar ini menghadirkan pembicara utama terkemuka dari berbagai universitas ternama di Asia, yaitu Prof. Emeritus Datuk Dr. Mad Nasir Shamsudin dari Universiti Putra Malaysia, Dr. Cherdpong Kheerajit dari Kasetsart University, Thailand, Dr. Raquel M. Balanay dari Caraga State University, Filipina, serta Dr. Siwi Gayatri dari Universitas Diponegoro, Indonesia. Masing-masing narasumber menyampaikan perspektif dan pengalaman mengenai pertanian berkelanjutan, kebijakan pertanian, transformasi digital, ekonomi sirkular, serta strategi berbasis ilmu pengetahuan untuk meningkatkan ketahanan dan daya saing sistem agri-pangan modern.

Dalam sambutan pembukaan, Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP Prof. Sugiharto, S.Pt, M.Sc, Ph.D. menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi berbagai tantangan pertanian global. Beliau menyampaikan bahwa International Seminar on Agriculture (ISA) merupakan platform strategis bagi para peneliti, akademisi, dan praktisi dari berbagai negara untuk bertukar pengetahuan, membangun jejaring kolaborasi, serta mengembangkan solusi inovatif bagi pembangunan pertanian berkelanjutan. Dekan juga menegaskan bahwa ISA 2026 merupakan wujud komitmen UNDIP dalam memperluas kemitraan global, meningkatkan keunggulan penelitian, serta berkontribusi pada pengembangan sistem agri-pangan yang berkelanjutan melalui integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebijakan.

Selama seminar berlangsung, para peserta berpartisipasi aktif dalam sesi kuliah utama (keynote lectures), presentasi makalah ilmiah, serta diskusi interaktif yang membahas berbagai topik, di antaranya agribisnis, ekonomi pertanian, ketahanan pangan, penyuluhan pertanian, pembangunan perdesaan, keberlanjutan, ketahanan terhadap perubahan iklim, serta inovasi teknologi. Dinamika pertukaran gagasan yang terjadi menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam menjawab tantangan pertanian yang semakin kompleks.

Selain menjadi wadah diseminasi hasil penelitian, ISA 2026 juga membuka peluang yang luas bagi para peneliti untuk membangun jejaring internasional, menginisiasi penelitian bersama, serta menjajaki berbagai bentuk kemitraan akademik di masa mendatang. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta penelitian kolaboratif yang berkontribusi dalam penyelesaian berbagai isu pertanian di tingkat regional maupun global.

Partisipasi pembicara dan delegasi internasional semakin memperkuat strategi keterlibatan global (global engagement) Universitas Diponegoro melalui penguatan diplomasi akademik serta perluasan kemitraan kelembagaan dengan berbagai universitas di luar negeri. Melalui kerja sama tersebut, UNDIP terus meningkatkan kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya yang berkaitan dengan ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, dan kemitraan global.

Keberhasilan penyelenggaraan ISA 2026 menjadi tonggak penting dalam upaya berkelanjutan Universitas Diponegoro untuk menjadi universitas riset terkemuka yang memiliki pengakuan internasional. Dengan mempertemukan para pakar dari berbagai latar belakang dan negara, seminar ini kembali menegaskan peran penting ilmu pengetahuan, inovasi, serta kolaborasi lintas negara dalam membangun sistem agri-pangan yang berkelanjutan, tangguh, dan inklusif demi masa depan yang lebih baik. (Komunikasi Publik/UNDIP/FPP)

DiktisaintekBerdampak

UNDIP

/

5

Rate Now