Ditjen Risbang Dorong Undana Jadi Tonggak Ketahanan NTT melalui Riset Berdampak dan Kolaboras

News

04 September 2026 | 05.15 WIB

Ditjen Risbang Dorong Undana Jadi Tonggak Ketahanan NTT melalui Riset Berdampak dan Kolaboras

Kupang - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk terus memperkuat perannya sebagai salah satu infrastruktur ketahanan Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui pengembangan riset berdampak, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.


Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman dalam orasi ilmiah pada Upacara Dies Natalis ke-64 dan Wisuda Doktor, Magister, Profesi, dan Sarjana Universitas Nusa Cendana Periode Ketiga Tahun 2026 di Gedung Grha Cendana, Universitas Nusa Cendana pada Selasa (1/9).


Dalam orasi ilmiahnya, Dirjen Fauzan menyampaikan bahwa tantangan NTT, termasuk stunting dan kemiskinan ekstrem, perlu dijawab melalui riset yang tidak lagi berjalan secara sektoral, tetapi berbasis pada penyelesaian masalah.


Menurutnya, aspek kesehatan, ekonomi, pangan, air, geografis, dan perubahan iklim memiliki keterkaitan yang perlu dipahami secara menyeluruh. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu membangun ekosistem riset yang adaptif serta menghasilkan pengetahuan dan inovasi yang dapat diterjemahkan menjadi solusi maupun kebijakan yang relevan bagi masyarakat. 


“Riset tidak lagi hanya berbasis bidang yang penting, tetapi berbasis penyelesaian masalah terhadap tantangan yang kita ingin pecahkan,” ujarnya.


Ia juga mendorong penguatan kolaborasi melalui konsorsium dan pendekatan knowledge to impact agar riset mampu memberikan manfaat yang nyata. Dalam konteks NTT, pendekatan tersebut dapat diwujudkan melalui sinergi lintas disiplin ilmu, pemerintah, perguruan tinggi, industri, serta masyarakat.


Selain itu, Dirjen Fauzan mengapresiasi respons cepat Undana dalam menghadapi gempa Flores pada 15 Agustus 2026. Keterlibatan civitas akademika dan mahasiswa di wilayah terdampak dinilai menunjukkan bagaimana perguruan tinggi dapat menjadi bagian dari ketahanan daerah sekaligus menghadirkan pembelajaran yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan persoalan nyata masyarakat. Ia menilai pengalaman tersebut dapat menjadi fondasi untuk memperkuat ekosistem riset dan kolaborasi yang lebih adaptif di NTT.


Sejalan dengan pandangan tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Leka Lena, menilai Undana memiliki tanggung jawab moral sebagai salah satu rumah intelektual NTT untuk membaca persoalan daerah, mengembangkan pengetahuan, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat. 


Ia juga menekankan pentingnya Undana mengejar visi “World Class Locally Relevant University", yakni memperkuat mutu akademik, penelitian, inovasi, serta jejaring nasional dan internasional, tanpa kehilangan akar dan relevansinya terhadap kebutuhan masyarakat NTT. Respons Undana terhadap gempa Flores menjadi salah satu contoh nyata bahwa perguruan tinggi dapat hadir dan bergerak bersama masyarakat dalam situasi krisis. 


“Undana harus terus memperkuat mutu akademik, penelitian, inovasi, jejaring nasional dan internasional, dan kualitas lulusannya. Tetapi dalam mengejarnya, Undana tidak boleh kehilangan tempat ia tumbuh. Universitas boleh menjulang tinggi, tetapi akarnya tetap kuat,” ujarnya.


Melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat, Ditjen Risbang Kemdiktisaintek terus mendorong penguatan ekosistem riset yang mampu menjawab tantangan daerah sekaligus memberikan dampak bagi pembangunan nasional.

/

5

Rate Now