UNDIP, Semarang (25/9) – Universitas Diponegoro (UNDIP) menyambut kedatangan mahasiswa internasional Tahun Akademik 2025/2026 dan 2026/2027 dalam acara Diponegoro International Orientation (DIO) Day pada Kamis, 24 September 2026 bertempat di Oak Tree Emerald Hotel, Kota Semarang. Acara ini diselenggarakan oleh Kantor Urusan Internasional (KUI) dengan tujuan memperkenalkan kampus UNDIP, salah satu universitas riset unggulan di Indonesia, dan Kota Semarang yang memiliki histori lintas budaya yang kental.
Wijayanto, S.I.P., M.Si., Ph.D., Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik, secara resmi membuka acara DIO Day 2026 dan menyambut seluruh mahasiswa internasional di kampus UNDIP Semarang. “Selamat datang di UNDIP, kampus yang bermartabat dan bermanfaat. Bermartabat yang berarti kita memiliki jurnal bereputasi tinggi dan membentuk komunitas epistemik global. Sebagai hasilnya, kita gunakan hasil penelitian kita menjadi inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik, Wijayanto, S.I.P., M.Si., Ph.D. saat membuka acara DIO Day 2026 pada Kamis (24/9) di Oak Tree Emerald Hotel, Kota Semarang.Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., dalam sambutannya berpesan kepada mahasiswa internasional untuk menjalani pendidikan di Indonesia secara maksimal. Ia berkata, “Ada dua hal yang menjadi alasan mengapa pendidikan itu penting. Yang pertama adalah untuk menjadi orang yang bahagia, dan untuk mencapai kebahagiaan kita butuh kompetensi. Yang kedua, untuk menjadi orang yang baik. Sehingga menjadi orang yang bahagia dan orang baik sama pentingnya untuk menebarkan energi positif. Sembari menempuh pendidikan, teman-teman mahasiswa internasional juga bisa belajar meningkatkan awareness.”
Sejumlah 216 mahasiswa internasional UNDIP datang dari berbagai penjuru negara di dunia, melalui beberapa skema pendidikan antara lain Diponegoro Global Scholarship (DGS) 2025 dan 2026; Diponegoro Exchange Experience Programme (DEEP) Fall 2025, Spring 2026, dan Fall 2026; Kemitraan Negara Berkembang (KNB) 2025 dan 2026; Darmasiswa Indonesian Scholarship 2026; dan IUP Reguler non-scholarship.
Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., saat memberikan sambutan di acara DIO Day 2026 pada Kamis (24/9), di Oak Tree Emerald Hotel, Kota Semarang.Pulung Widhi Hari Hananto, S.H., M.H., LL.M., Wakil Direktur Kemitraan dan Konektivitas Global mengucapkan terima kasih atas antusiasme mahasiswa internasional dalam mengikuti rangkaian acara. “Bukan sekadar gathering, forum ini mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi, menjadi kampus inklusif dengan perspektif global,” terangnya.
Dalam sesi materi yang pertama, Direktur Akademik, Prof. Dr.nat.tech. Siswo Sumardiono, S.T., M.T. menjelaskan tentang sistem dan layanan akademik. Setelah melaksanakan verifikasi online, mahasiswa akan mendapatkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau Student ID Card. Prof. Siswo juga menjelaskan terkait layanan SSO dan SIAP yang nantinya akan digunakan oleh mahasiswa selama masa perkuliahan. “Adapun untuk ujian dapat berupa ujian tertulis, ujian praktek, penelitian hingga penulisan tesis bagi mahasiswa S2,” imbuhnya.
Direktur Akademik, Prof. Dr.nat.tech. Siswo Sumardiono, S.T., M.T. saat menjelaskan tentang sistem dan layanan akademik di acara DIO Day 2026 pada Kamis (24/9), di Oak Tree Emerald Hotel, Kota Semarang.Materi yang kedua disampaikan oleh Abdul Rohman, S.Hum. Manajer Direktorat Kemitraan dan Konektivitas Global, dengan judul “Cross Cultural Understanding” dan “Foreign Nationals Monitoring”. Mahasiswa diperkenalkan dengan fakta menarik tentang Indonesia, termasuk bahasa Indonesia sehari-hari, etnis dan agama di Indonesia, kebudayaan, dan makanan khas Nusantara. Kebanyakan mahasiswa internasional sudah mencoba makanan terkenal di Indonesia seperti nasi goreng dan sate, bahkan di antaranya juga mengenal nasi tumpeng (nasi kuning).
Dalam sesi ice breaking, semangat mahasiswa internasional semakin menyala dalam lomba pengenalan tentang Indonesia, dengan pemenang permainan yaitu Juara 1 diraih oleh Sarah (Jerman), Juara 2 oleh Shin (Malaysia), dan Juara 3 adalah Aniek (Belanda).
Wakil Direktur Kemitraan dan Konektivitas Global, Pulung Widhi Hari Hananto, S.H., M.H., LL.M. (kanan) dan Manajer Direktorat Kemitraan dan Konektivitas Global, Abdul Rohman, S.Hum. (kiri), bersama pemenang ice breaking yaitu Juara 1 Sarah (Jerman), Juara 2 Shin (Malaysia), dan Juara 3 Aniek (Belanda).Acara dilanjutkan dengan sesi City Tour menggunakan dua armada bus, membawa mahasiswa internasional menuju Lawang Sewu, salah satu ikon sejarah yang berada di kawasan Tugu Muda Semarang. Mahasiswa internasional mengelilingi situs cagar budaya Lawang Sewu yang dibangun dengan model arsitektur Belanda dan mempelajari sejarah lintas budaya.
Ke depannya, mahasiswa internasional dapat mengunjungi cagar budaya lain yang berada di Kota Semarang, yang sudah tertera pada International Student Handbook yang dibagikan oleh KUI UNDIP. Berbagai cross-cultural program juga akan terus dilaksanakan oleh Universitas Diponegoro untuk mendukung langkah menuju World-Class University. (Komunikasi Publik/UNDIP/Tts)
Peserta DIO Day 2026 saat mengunjungi situs cagar budaya Lawang Sewu.



