UNDIP, IKN, Kalimantan Timur (25/9) – Tim Jentayu Copter Universitas Diponegoro (UNDIP) berhasil meraih juara satu nasional pada divisi Vertical Take-Off and Landing (VTOL) dalam Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) Tingkat Nasional 2026. Kompetisi bergengsi ini berlangsung di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, pada 21–26 September 2026.
KRTI diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Ajang ini menjadi wadah pengembangan talenta mahasiswa di bidang teknologi pesawat nirawak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV).
Pada tahun ini, sebanyak 94 tim dari 34 perguruan tinggi di Indonesia yang telah lolos seleksi nasional bersaing dalam lima divisi kompetisi, yakni Fixed-Wing (FW), Long Endurance Low Altitude (LELA), Racing Plane (RP), Technology Development (TD), dan Vertical Take-Off and Landing (VTOL).
Empat Divisi dari UNDIP
UNDIP melalui UNDIP Robotic Development Center (URDC) berhasil meloloskan dan mengirimkan empat divisi ke ajang nasional ini, yaitu Jentayu Aeromapper FW, Jentayu LELA, Jentayu RP, dan Jentayu Copter VTOL. Seluruh divisi di bawah koordinator Fahri Ali Izzudin (Teknik Elektro) dan Muhammad Rafli Aryandi (Teknik Mesin).
Para anggota tim berasal dari beragam program studi, meliputi Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Komputer, Informatika Fakultas Sains dan Matematika (FSM), serta RPM dan TRO Sekolah Vokasi. Mereka menyiapkan UAV dan berlatih secara rutin di Lingkungan Stadiun UNDIP Tembalang serta di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, di bawah bimbingan Prof. Dr. Eng. Munadi; Erwin Andriono, S.T., M.T.; dan Rofiq Cahyo Prayogo, S.T., M.T.
Jalan Menuju Podium Tertinggi
Tim Jentayu Copter VTOL UNDIP yang diketuai Naufal Sya’bana tampil dengan memegang konsep “fast response, precise, and accurate aerial shipment delivery”, yakni pengiriman barang udara yang cepat tanggap, presisi, dan akurat berusaha semaksimal mungkin bersam tim untuk memberikan yang terbaik bagi UNDIP. Konsep tersebut terbukti andal dalam menghadapi persaingan ketat sepanjang kompetisi.
Perjalanan tim menuju juara tidaklah mudah. Pada babak gugur, Jentayu Copter berhasil menyingkirkan tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Di partai final, mereka kembali menunjukkan performa terbaik dan mengalahkan tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk memastikan gelar juara satu nasional.
Buah Kerja Sama dan Dukungan
Capaian membanggakan ini merupakan hasil kerja sama dan sinergi berbagai pihak. Dukungan yang konsisten dari Rektorat UNDIP, Fakultas Teknik, serta Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni menjadi fondasi penting bagi URDC UNDIP dalam mempersiapkan tim, mulai dari pembinaan, fasilitas, hingga pendampingan selama kompetisi.
Keberhasilan Jentayu Copter di KRTI 2026 diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UNDIP lainnya untuk terus berinovasi dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, khususnya di bidang teknologi kedirgantaraan dan robotika. (Komunikasi Publik/UNDIP)





