UNDIP, Jakarta (7/5) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tertarik dengan produk makanan pendamping ASI (MPASI) berlabel Nutri Sun D3 yang diproduksi oleh Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, S.Sos., M.M. saat menyambut Rektor UNDIP bersama Tim Cyborg Insect yang didampini oleh Prof. Dr. Rifky Ismail, S.T., M.T. (Kaprodi S1 Teknik Mesin) dan drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D. (Direktur Inovasi dan Kerjasama) UNDIP.
Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, S.Sos., M.M. menyampaikan bahwa kelompok rentan masyarakat terdampak bencana adalah anak-anak, bayi, ibu hamil dan menyusui. “Untuk bantuan yang umum diberikan yakni mie instan, beras, sarden dan baju. Untuk kebutuhan spesifik seperti susu dan makanan bayi dilakukan sendiri oleh BNPB karena bersifat temporer,” kata Letjen Suharyanto.
Ia tertarik memesan produk untuk bayi dan balita tersebut untuk dikirim ke wilayah yang masih terdampak bencana yakni di Aceh dan Sumatera. “Secepatnya saja kalo memang produk ini sudah memiliki ijin, teruji oleh BPPOM dan sudah tersertifikasi halal, segera dimasukkan e-katalog, untuk segera kami pesan,” ucapnya.
Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. menyambut baik dengan BNPB yang akan memesan produk makanan pendamping ASI tersebut. Prof. Suharnomo mengatakan sebelumnya produk tersebut adalah untuk menanggulangi masalah stunting pada tumbuh kembang balita, lebih dari itu produk tersebut sangat membantu mencukupi kebutuhan pangan untuk balita di wilayah terdampak bencana.
Direktur Inovasi dan Kerjasama UNDIP, drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D. menjelaskan bahwa produk Nutri Sun D3 merupakan hasil riset tim peneliti Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran UNDIP yang diketuai oleh Gemala Anjani bersama Fitriyono Ayustaningwarno dan Ahmad Syauqy. Inovasi ini dikembangkan menggunakan bahan pangan lokal seperti isolat protein kedelai, ubi, bayam, dan brokoli yang diperkaya vitamin D3 guna mendukung pertumbuhan dan sistem imun anak. Jika ada pesanan saat ini UNDIP sudah siap untuk memproduksinya dalam skala besar.
Keunggulan Nutri Sun D3 terletak pada penggunaan teknologi freeze drying atau pengeringan beku bersuhu rendah yang mampu menjaga kandungan gizi, warna, serta cita rasa bahan pangan, sekaligus memperpanjang masa simpan produk. Teknologi ini menjadikan Nutri Sun D3 praktis digunakan baik untuk konsumsi harian maupun sebagai pangan darurat saat terjadi bencana.
Dalam uji coba lapangan pada situasi banjir di Sumatera Barat tahun 2025, Nutri Sun D3 diberikan kepada bayi dan balita selama 15 hari. Hasilnya menunjukkan berat badan anak tetap terjaga, bahkan sebagian mengalami peningkatan. Temuan tersebut memperlihatkan potensi Nutri Sun D3 sebagai solusi pangan darurat yang efektif bagi kelompok rentan saat bencana terjadi.
Diharapkan, kolaborasi UNDIP dan BNPB dapat mendukung program nasional percepatan penurunan stunting sekaligus memperkuat kesiapsiagaan pangan bagi bayi dan balita di wilayah rawan bencana. Inovasi yang terhubung dengan industri ini membuktikan Ilmuwan UNDIP berhasil membangun produk yang membawa manfaat untuk masyarakat luas mendukung semangat UNDIP Bermartabat, UNDIP bermanfaat(Komunikasi Publik/ UNDIP/ Dirinov/ Utami)






