Bahas Kerjasama Riset Semikonduktor dan Biofuel, Mendiktisaintek Terima Kunjungan Duta Besar Brasil

News

12 June 2026 | 15.00 WIB

Bahas Kerjasama Riset Semikonduktor dan Biofuel, Mendiktisaintek Terima Kunjungan Duta Besar Brasil

Jakarta—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan talenta unggul di bidang sains dan teknologi. Hal ini dibahas dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dengan Deputy Chief of Mission (Minister-Counsellor) Brasil untuk Indonesia, Rodrigo Alexandre Oliveira de Carvalho, serta perwakilan dari salah satu perguruan tinggi terkemuka di Brasil, State University of Campinas (Unicamp), Jumat (12/6).

Pertemuan tersebut membahas peluang penguatan kolaborasi pendidikan tinggi antara Indonesia dan Brasil, khususnya dalam bidang semikonduktor, teknik kedirgantaraan (aerospace), dan biofuel yang menjadi prioritas pengembangan talenta nasional.

“Kami sangat senang melihat hubungan kerja sama antara Indonesia dan Brasil yang terus berkembang dengan baik. Kami berharap kolaborasi antara Unicamp dan perguruan tinggi di Indonesia dapat terus berlanjut dan menghasilkan kerja sama yang lebih produktif serta memberikan manfaat nyata bagi kedua negara,” ujar Menteri Brian.

Dalam kesempatan tersebut, Deputy Chief of Mission Brasil menyampaikan tindak lanjut atas permintaan Indonesia terkait dukungan pengembangan talenta pada bidang-bidang strategis. Sebagai langkah awal, Unicamp menyatakan kesiapan untuk menerima hingga 10 mahasiswa pascasarjana Indonesia di bidang semikonduktor dan sirkuit terpadu melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang ditunjuk sebagai focal point program tersebut.

Menurutnya, program ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menyiapkan talenta Indonesia yang mampu mendukung pengembangan industri teknologi tinggi di masa depan.

Perwakilan Unicamp, Marco Roberto Cavallari menjelaskan bahwa skema awal yang tengah disiapkan mencakup pengiriman mahasiswa magister dan doktoral Indonesia ke Brasil pada bidang microfabrication, integrated circuit design, dan material science. Program tersebut juga membuka peluang pengembangan skema gelar ganda (double degree) antara UNICAMP dan ITB.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Brian menyambut baik peluang pengembangan program double degree dan riset bersama antarkampus.

“Saya pikir ini akan sangat baik. Profesor dari Indonesia dan Brasil dapat menjadi pembimbing bersama, dan kami juga dapat mengirim dosen untuk melakukan riset bersama di Brasil,” kata Menteri Brian.

Selain bidang semikonduktor, kedua pihak juga membahas pengembangan kerja sama pada sektor aerospace dan biofuel. Pemerintah Brasil menyampaikan tengah menjajaki kemitraan dengan sejumlah institusi dan industri strategis, termasuk perusahaan kedirgantaraan Embraer, untuk mendukung kebutuhan pengembangan talenta Indonesia pada kedua bidang tersebut.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak membahas potensi percepatan penyelesaian perjanjian bilateral di bidang pendidikan yang saat ini masih dalam proses pembahasan antara Indonesia dan Brasil. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan berbagai program bersama, termasuk mobilitas mahasiswa dan dosen, riset kolaboratif, serta penguatan kapasitas talenta pada bidang-bidang strategis seperti semikonduktor, aerospace, dan biofuel.

Melalui kerja sama ini, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk memperluas akses talenta Indonesia terhadap pendidikan dan riset berkelas dunia, sekaligus memperkuat kapasitas nasional pada bidang-bidang strategis yang akan menjadi fondasi daya saing Indonesia di masa depan.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak


/

5

Rate Now