UNDIP, Semarang (23/7) – Universitas Diponegoro (UNDIP) menghadirkan ruang dialog akademik mengenai dinamika geopolitik internasional melalui Ambassadorial Lecture bertajuk The Current Geopolitical Situation of Iran. Kegiatan yang berlangsung di Pertamina Hall Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UNDIP pada Rabu, 22 Juli 2026 tersebut menghadirkan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, H.E. Mohammad Boroujerdi.
Pada sambutan tuan rumahnya, Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNDIP, Prof. Faisal, S.E., M.S., Ph.D., mengatakan kuliah umum tersebut diselenggarakan sebagai wadah bagi sivitas akademika untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai isu-isu geopolitik beserta dampaknya terhadap perekonomian global. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika geopolitik serta dampaknya terhadap perekonomian global,” ungkapnya.
Dalam paparannya, Mohammad Boroujerdi menyampaikan pandangan Pemerintah Iran mengenai dinamika konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Selain menjelaskan perspektif negaranya terhadap perkembangan situasi tersebut, ia juga menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai fondasi kemandirian suatu bangsa.
“If we want to be really independent, we must go deep to the science (jika kita ingin benar-benar merdeka, kita harus benar-benar mempelajari ilmu pengetahuan),” ujar Boroujerdi saat menjelaskan pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan dalam membangun kemandirian nasional. Menurutnya, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi faktor penting bagi suatu negara dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Dimoderatori oleh Ketua Program Studi S2 Ekonomi, Dr.agr. Deden Dinar Iskandar S.E., M.A., Paparan Duta Besar Iran tersebut mendapat respons antusias dari peserta. Dalam sesi diskusi, dosen dan mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan mengenai diplomasi Iran di tengah dinamika hubungan internasional, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, hingga tantangan rekonstruksi pascakonflik.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Boroujerdi kembali menegaskan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan sebagai modal membangun kemandirian bangsa sekaligus mendorong kolaborasi antarnegara melalui pendidikan dan riset. Kuliah umum ini menjadi bagian dari upaya UNDIP menghadirkan ruang pembelajaran yang memperkaya perspektif sivitas akademika terhadap berbagai isu global melalui dialog langsung dengan para pemangku kepentingan internasional. (Komunikasi Publik/UNDIP)







