9.030 Mahasiswa KKN UNDIP Kembali ke Kampus, Hadirkan Inovasi Berdampak bagi Masyarakat Jawa Tengah

Our Campus

21 Agustus 2026 | 16.45 WIB

9.030 Mahasiswa KKN UNDIP Kembali ke Kampus, Hadirkan Inovasi Berdampak bagi Masyarakat Jawa Tengah

UNDIP, Semarang (21/8) – Ribuan mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali ke kampus setelah menyumbangkan beragam inovasi yang membantu masyarakat. Gelar Karya Mahasiswa KKN UNDIP yang dilaksanakan di Muladi Dome UNDIP memamerkan berbagai karya mahasiswa yang memberikan dampak kepada masyarakat mulai dari inovasi pengolahan sampah hingga pengelolaan wilayah pesisir.

Dalam program KKN ini, mahasiswa terlibat dalam penguatan ketahanan pangan, pengolahan sampah, pertanian dan peternakan, kesehatan, desa wisata, pendampingan UMKM, literasi, pengelolaan wilayah pesisir, kebencanaan, kesenian dan budaya lokal, penguatan BUMDes dan koperasi, hingga pendampingan kelompok disabilitas serta pekerja migran.

Sejumlah tim juga menghasilkan teknologi tepat guna, policy brief, blueprint pengembangan wilayah, perjanjian kerja sama, video profil desa, dokumentasi pengabdian, serta publikasi melalui media dan jurnal pengabdian kepada masyarakat. Orientasinya tidak berhenti pada selesainya masa KKN, melainkan memberi pijakan agar program dapat dilanjutkan oleh masyarakat setelah mahasiswa pulang.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN juga berkolaborasi dengan berbagai mitra, seperti Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dispermades, Kementerian PUPR, Perpustakaan Nasional, BPOM, ESDM Kota Semarang, PT Patra Logistik, dan PT Patra Niaga.

Gelar karya yang berisikan gagasan, inovasi, teknologi tepat guna, pendampingan usaha, dan solusi hingga rekomendasi kebijakan yang mereka kembangkan bersama warga selama Kuliah Kerja Nyata (KKN) tersebut ditampilkan pada acara Penerimaan Kembali dan Gelar Karya Mahasiswa KKN UNDIP Tim II Tahun Akademik 2025/2026, Jumat, 21 Agustus 2026, di Gedung Serbaguna Muladi Dome UNDIP.

Acara ini menjadi ruang untuk memperlihatkan hasil pengabdian sekaligus membuka peluang agar program yang terbukti bermanfaat dapat diteruskan, dikembangkan, bahkan direplikasi di wilayah lain.

Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyambut hangat kepulangan para mahasiswa dengan rasa bangga sekaligus menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, mitra, dosen pembimbing, LPPM, dan seluruh pihak yang mendampingi kegiatan tersebut.

Ia menyoroti banyaknya laporan positif dari masyarakat yang merasakan kehadiran mahasiswa. Bagi Rektor, salah satu penanda keberhasilan KKN justru tampak dari kedekatan yang tumbuh selama mahasiswa tinggal bersama warga. Tidak sedikit mahasiswa yang dilepas dengan suasana haru ketika masa pengabdian berakhir.

“Banyak program berjalan lancar serta memberikan dampak emosional dan sosial yang mendalam bagi masyarakat. Kehadiran mahasiswa di desa-desa dampingan terbukti mampu membangun kohesi sosial yang kuat hingga kehadiran mereka begitu dicintai warga setempat. Selamat datang kembali di UNDIP,” ujarnya seraya mengapresiasi kerja para mahasiswa selama berada di lapangan.

Prof. Suharnomo juga berpesan agar para mahasiswa tetap produktif dan memanfaatkan waktu penantian jelang wisuda dengan hal-hal positif. “Jangan mudah terjebak dalam rasa cemas atau sekadar ikut-ikutan tren karena fear of missing out (FOMO). Selesaikan tugas akhir, tingkatkan keterampilan bahasa asing, dan terus persiapkan diri untuk menjadi generasi berdaya saing tinggi. Keberhasilan KKN ini membuktikan bahwa mahasiswa UNDIP memiliki kualitas tangguh yang tidak kaleng-kaleng,” ujar Rektor.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah, Drs. Mohamad Arief Irwanto, M.Si., yang mewakili Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol. (Purn.) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa UNDIP bersama masyarakat di berbagai kabupaten dan kota.

“Pengalaman hidup bersama warga telah melahirkan proses belajar yang tidak selalu diperoleh di ruang kuliah. Gagasan mahasiswa turut menjawab persoalan konkret, mulai dari penguatan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan hingga penanganan kemiskinan, pencegahan stunting, perbaikan lingkungan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia”, katanya

Ia menilai gelar karya ini penting karena mempertemukan praktik baik di lapangan dengan peluang keberlanjutan program. Pemerintah memiliki program dan sumber daya; perguruan tinggi membawa pengetahuan, inovasi, serta sumber daya manusia, sementara masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan. Ketiganya perlu bertemu dalam kerja sama yang nyata. Pengalaman mahasiswa berinteraksi langsung dengan warga, lanjutnya, diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus menjadi bekal ketika mereka memasuki dunia kerja maupun kembali berkontribusi di tengah masyarakat.

Sementara Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNDIP, Prof. Dr.-Ing. Suherman, S.T., M.T., melaporkan bahwa KKN Tim II berlangsung pada Juli–Agustus 2026 dengan total 9.030 mahasiswa, terdiri atas 4.414 peserta KKN Tematik dan 4.616 peserta KKN Reguler.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Karantina Indonesia sekaligus Ketua Umum DPP IKA UNDIP, H. Abdul Kadir Karding, S.Pi., M.Si., menyampaikan orasi kuliah umum yang inspiratif. Ia mengenang kembali masa-masa KKN yang pernah dijalaninya pada tahun 1995 di daerah terpencil Blora. Pengalaman mengabdi di tengah keterbatasan fasilitas desa itulah yang membuka mata dan menempa jiwa kepemimpinannya hingga menjadi figur publik seperti sekarang.

Karding menggambarkan desa sebagai ‘laboratorium kehidupan’ yang mempertemukan mahasiswa dengan persoalan, keterbatasan sumber daya, perbedaan karakter, hingga kebutuhan untuk mengambil keputusan secara nyata. Karena itu, menurutnya masyarakat perlu ditempatkan sebagai mitra, bukan sebagai objek program. Mahasiswa boleh membawa pengetahuan dari kampus, tetapi warga memiliki pengalaman dan pemahaman lokal yang sama pentingnya untuk menghasilkan solusi yang tepat.

Karding menekankan bahwa dampak tidak harus menunggu seseorang memiliki jabatan besar. Mengajari anak belajar, membantu UMKM memperoleh akses permodalan, mendampingi kelompok masyarakat, atau memecahkan persoalan kecil di desa sudah menjadi bentuk kontribusi jika benar-benar dirasakan manfaatnya. Ia mengajak mahasiswa untuk membawa tiga kebiasaan setelah KKN: mampu melihat persoalan secara jernih, membangun kepedulian, dan berani mengambil tindakan.

Di tengah kemudahan teknologi, internet, big data, dan kecerdasan buatan, ia juga mengingatkan pentingnya integritas, kejujuran, empati, serta tanggung jawab sosial, nilai yang tidak dapat digantikan oleh teknologi. Potensi besar Indonesia, termasuk di bidang pangan, kelautan, dan keanekaragaman hayati, menurutnya, membutuhkan generasi muda yang tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi bersedia menggunakan pengetahuan untuk kepentingan masyarakat.

Apresiasi terhadap proses pengabdian turut diberikan melalui penghargaan yang dibacakan oleh Kepala Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) UNDIP, Adnan Fauzi, S.T., M.Kom. Dalam kesempatan ini ia menyampaikan, kategori Submit LPK KKN Tercepat dan Terlengkap diraih Tim KKN Tematik IDBU 48; Program KKN Terbaik diberikan kepada Tim KKN Desa Tangkisan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo; Tim Dosen Terkompak diraih Tim Dosen Kecamatan Tirtomoyo; sedangkan Booth Pameran Terbaik dimenangkan Tim KKN Kecamatan Waruasem.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan Rektor UNDIP ke booth/stan Gelar Karya di area ballroom sisi kiri Muladi Dome. Di ruang tersebut, mahasiswa memamerkan hasil pendampingan dari beragam wilayah, mulai dari produk masyarakat, teknologi tepat guna, hingga dokumentasi program sebagai penanda bahwa KKN tidak selesai ketika mahasiswa meninggalkan desa, melainkan ketika pengetahuan yang ditinggalkan tetap tumbuh dan memberi manfaat. (Komunikasi Publik/UNDIP/DHW)

DiktisaintekBerdampak

UNDIP

Pengabdian Kepada Masyarakat

Inovasi Mahasiswa UNDIP

/

5

Rate Now