PIH UNAIR – Badan Usaha Milik Negara hadir di 28 kampus seluruh Indonesia yang bertepatan dengan peringatan hari sumpah pemuda 28 Oktober. Universitas Airlangga yang menjadi salah satu kampus pilihan dihadiri tiga perusahaan BUMN yaitu Askrindo, PGN, dan Danareksa.

Acara yang dilangsungkan di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus C UNAIR ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran para pemuda akan kondisi sekaligus peran strategis BUMN dalam pembangunan ekonomi nasional. Asmawi Syam yang merupakan direktur utama PT Askrindo dalam presentasinya menyampaikan bahwa kontribusi anak muda sangat ditunggu oleh bangsa.

“Perubahan yang sebenarnya terletak pada anak muda. Momen sumpah pemuda ini semoga menjadi titik balik pemuda khususnya mahasiswa untuk berjuang di tengah persaingan yang semakin kompetitif,” ucap Asmawi di hadapan ratusan mahasiswa UNAIR.

Asmawi juga menambahkan bahwa bonus demografi yang akan dihadapi oleh Indonesia tidak lama lagi menjadi peluang yang besar. Kesiapan para pemuda menghadapi semua itu harus benar-benar matang. Ditambah lagi dengan digitilisasi yang begitu signifikan membawa peluang sekaligus tantangan.

“Semua orang saat ini begitu mudahnya berkomunikasi, seperti tidak ada batasanya lagi antara satu manusia dengan manusia lainnya. Ini harus dilihat sebagai tantangan untuk terus mengasah diri, terutama anak muda,” ucapnya.

Hadir juga direktur PGN, Jobi Trianada Hasyim. Dalam paparannya ia menyampaikan bahwa pemerintah saat ini mencanangkan pengoptimalan gas bumi. Pemanfaatan gas bumi domestik dengan mengurangi ekspsor gas bumi sampai dengan 20% dan menghentikan ekspor pada tahun 2036.

“Ekspor di hentikan. Hal ini dengan otomatis cadangan minyak domestik harus ditingkatkan. Optimalisasi gas bumi ini menjadi pekerjaan rumah bagi anak muda untuk bisa berkontribusi nyata bagi bangsanya,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Dr. Rudi Purwono selaku perwakilan dari UNAIR mengatakan bahwa Indonesia memilki peluang menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke empat di dunia pada tahun 2045. Rudi juga menuturkan bahwa saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,2% jauh lebih baik dibandingkan tahun seblumnya yakni 5%.

“Tidak sampai disitu, perkembangan ekonomi global tidak menentu. Globalisasi menuntut untuk bersaing dengan negera lain. Anak muda yang menjadi penerus harus bisa membuktikan dengan meningkat daya serta kompetensi yang cukup,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, BUMN dalam hal ini PGN menyerahkan beasiswa kepada mahasiswa UNAIR sabagai wujud dedikasinya pada institusi pendidikan. (PIH UNAIR)