Kombinasikan Berbagai Energi Jadi Listrik

Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Pontianak selenggarakan seminar internasional yang diselenggarakan di Hotel  Mercure Pontianak hari Selasa 26 Juli 2016.  Hadir sebagai pembicara Direct Current (DC) House Project  Professor Dr. Taufik Direktor Elektric Power Institute California Polytechnik Sate University USA; dalam International Conference on Appplied Electrical, Electronics and Informastics Engeneering (Infert). Seminar internasional yang pertama kali ini yang dilakukan oleh Jurusan Teknik Elektro Polnep, menghadirkan  pembicara bertaraf internasional yaitu Dr. Herold S Ruiz Rondan, lecturer in electrical engineering, Department of Engineering University of Leicester, UK. Anton Stria Prabuwono, Ph.D Associate Professor of FCTR, King Abdulazis University, KSA, Dr. Sunarso ST, MEng dosen dan peneliti senior Politeknik Negeri Pontianak.

DSC_0219

DC House Project merupakan pengembangan teknologi alternative di pedalaman atau pedesaan yang jauh dari PLN. Mereka menggunakan teknologi energy terbarukan dengan pendekatan berbeda dari yang sudah ada. Kami coba tawarkan solusi alternative yang lebih mudah, fleksibell, scaleable, efisien. Sumber energinya bisa dari macam-macam seperti matahari, air, angin dan malah bisa tenaga hewan atau manusia, ujar Taufik. Lebih lanjut diutarakannya, teknologi tersebut telah melewati tahap prototype. Pihaknya telah membuat tiga prototype yaitu di California Polytechnic State University, Universitas Pajajaran Indonesia dan Filipina. Sekarang sudah tahap pilot project. Menurutnya, ada dua tempat, salah satunya pada desa di Jatinangor Jawa Barat. Di sana, sumber listriknya dari matahari dan angin. Melalui ini, beberapa sumber energy bisa kami kombinasikan untuk hasilkan listrik.

Terkait tandar pendidikan di Amerika dan Indonesia, menurutnya tidak terlalu berbeda. Jika ditinjau dari kurikulum dasar dan kompetensi manusianya. Orang Indonesia dan Amerika sama-sama pintar. Yang membedakan kita hanya fasilitas seprti perpustakaan dan laboratorium. Di Amerika, perpustakaan dan laboratorium lebih lengkap, akses informasi pun lebih baik. Fasilitas di Indonesia belum bisa satu level. Semua tergantung fasilitas bagaimana kita bisa kembangkan ilmu dan pengetahuan, ujarnya.

Sementaa itu, INFERT 2016 dibuka Pembantu Direktur I Politeknik Negeri Pontianak Arianto, SE, MM. Menurutnya, Infert sangat baik untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan peserta, khususnya bidang elektronika, elector dan teknologi informasi. Lebih lanjut diungkapkannya, kami berharap join research bisa terlaksana. Kemarin sudah dijajaki dengan Dr. Harold S. Ruiz Rondan daari University of Leicester. Sudah kami diskusikan dan masih dalam proses, ujarnya. Menurutnya, kegiatan tidak hanya diikuti dosen-dosen Polnep, tetapi juga dari universitas lain di Pontianak, serta negara lainnya yang berjumlah lebih dari 150 peserta. “Sebagai lembaga pendidikan, Polnep telah membuktikan diri mampu gelar konferensi internasional. Kami bisa sharing ilmu. Untuk kerja sama, kami juga harapkan dengan perguruan tinggi di sini juga,” ujarnya.

Ia berharap, Infert 2016 yang digelar Jurusan Teknik Elektro dapat menjadi dorongan bagi jurusan lain di Polnep, menggeler konferensi internasional. “Kami ingin ini jadi pemicu. Jurusan lain bisa laksanakan konferensi, baik nasional dan internasional. Baik pada bidang tata niaga maupun rekayasa lain, seperti teknik sipil dan lainnya,” pungkas Arianto.

DSC_0182

Pada hari kedua (Rabu 27 Juli) dilanjutkan dengan membagi dua kelompok pembicara mulai dari pembicara para peneliti dosen Politeknik Negeri Pontianak, peneliti dari Universitas dalam dan luar negeri yang setiap sesi dipandu oleh moderator. Masing-masing peneliti memaparkan hasil penelitian yang sudah dilakukan selama ini.

(Erwandi-Pranata Humas Muda)