Jakarta – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir menghadiri sekaligus membuka Rapat Koordinasi (Rakornas) 1 Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) dengan tema “Memperkuat Kualitas dan Daya Saing PTNU” di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (16/11).

Dalam konteks daya saing global Indonesia (Global Competitiveness Index) berdasarkan World Economic Forum tahun 2015-2016 justru Indonesia turun ke peringkat 37, sebelumnya di peringkat ke-34 (tahun 2014). Masih di bawah Singapura peringkat ke-2, Malaysia ke-18, dan Thailand ke-32.

“Ini adalah suatu tantangan yang tidak ringan bagi bangsa Indonesia khususnya Perguruan Tinggi dibawah LPTNU, bila kita ingin menjadi suatu negara yang kompetitif dan sejahtera. Perguruan Tinggi harus mampu berdaya saing dan berkualitas yang menghasilkan lulusan yang siap berkompetisi serta didorong dengan penjaminan mutu yang baik,” ungkap M. Nasir yang juga menjabat sebagai Ketua LPTNU.

Menristekdikti menambahkan dalam upaya meningkatkan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi, Perguruan Tinggi dibawah LPTNU harus memperhatikan sistem penjaminan mutu yang ada di internal. Dengan mutu pendidikan yang baik maka Perguruan Tinggi bisa dikatakan berkualitas.

“Sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi harus didorong dengan menata manajemen yang baik, sumber daya yang ada harus dimanfaatkan dengan baik, jangan sampai kekurangan dosen pada Perguruan Tinggi tersebut, kedepan saya ingin dosen minimal S3, tapi ini perlu kerja keras, ada kemauan pasti ada jalan,” ujar Menteri Nasir.

Salah satu panitia acara rakornas pertama LPTNU, Mansur Ramli mengatakan kegiatan ini merupakan upaya menjalankan tugas lembaga untuk medorong Perguruan Tinggi NU, lebih bermutu dan berdaya saing serta bersilaturahim dan mendorong berjejaring untuk membangun kebersamaan.

“Harus ada satu prinsip dalam penjaminan mutu, yaitu perbaikan mutu berkesinambungan, semua yang berkepentingan harus punya visi misi yang sama. Jangan hanya rektor, seluruh internalnya harus turut memikirkannya. Pada akkhirnya LPTNU akan menjadi bermutu dan bisa bersaing dengan Perguruan Tinggi mana pun,” imbuh Mansur.

Kegiatan ini diharapkan bisa melahirkan gagasan membangun kurikulum yang terintegrasi dengan baik dan juga diharapkan dapat membuat tata-kelola organisasi yang baik yang bisa diacu setiap anggota LPTNU.

Kegiatan ini diikuti kurang lebih 198 orang. Terdiri dari rektor, ketua, direktur, dan pengurus yayasan yang ada di Perguruan Tinggi se-Indonesia dibawah organisasi LPTNU. (ard)

Galeri