DEPOK – Untuk melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang shalih maka proses pendidikan harus diperhatikan. Kemajuan pendidikan merupakan proses utama dalam transformasi dan perubahan Tahawwul Wa Taghayyur menuju pembentukan manusia bermutu yang mampu memikul amanah Sang Pencipta dan merealisasikan tugas-tugas kemanusiaannya untuk membangun peradaban. Dalam Islam yang menjadi fokus proses pendidikan adalah apa yang ada pada diri manusia.

Demikian disampaikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dalam Khutbah Iduladha 1438 H yang mengangkat tema Haji dan Kurban Serta Perannya dalam Menjaga Ukhuwah dan Kemajuan Indonesia di depan ribuan jama’ah Masjid Ukhuwah Islamiyah Universitas Indonesia (UI) Kampus Depok, Jum’at (1/9).

Pada Hari Raya Kurban ini Nasir mengingatkan bahwa ini merupakan momentum untuk mengenang salah satu episode kehidupan manusia agung yang diutus oleh Allah SWT menjadi Nabi dan Rasul, yakni Nabi Ibrahim AS beserta keluarga beliau. Allah SWT telah berfirman kepada Nabi Muhammad SAW agar kita semua sebagai umatnya mampu mengambil keteladanan dari Nabi Ibrahim AS.

Lebih lanjut Nasir berpesan, proses itu dilakukan dengan tujuan agar terjadu perubahan fundamental pada dirinya, sehingga fitrahnya berkembang dengan baik. Tentu saja pencapaian tujuan ini menuntut aktivitas pendidikan yang komprehensif, menjangkau seluruh dimensi manusia, meliputi jasmani, rohani, dan akal.

“Adanya pendidikan yang dapat melahirkan SDM yang shalih ini sangat penting, karena kaum muslimin harus menjadi aktor utama dalam menunaikan amanah Allah SWT untuk mengelola dan memakmurkan bumi yang telah disediakan. Kita meyakini bahwa pengelolaan kekayaan bangsa di tengah-tengah orang yang saleh akan berhasil guna dan berdaya saing untuk kebaikan manusia keseluruhan karena memang kepada merekalah bumi ini diwariskan,” terang Nasir yang juga lulusan Pondok Pesantren Al-Islah, Kediri.

Nasir manambahkan, kehadiran seorang muslim saleh ditengah-tengah masyarakat Indonesia maupun dunia harus melahirkan kebaik-kebaikan memberikan solusi terhadap permasalahan yang berkembang, mendorong terjadinya perubahan dan lahirnya banyak kebaikan. Bukan saja dia produktif dalam kebaikan, tapi juga mendorong produktifitas kebaikan di tengah-tengah masyarakat semakin meningjat. Sesuai dengan perintah Allah SWT yang menggambatkan secara menyeluruh profil orang yang sukses.

“Demikianlah hikmah hari raya haji dan kurban yang perlu kita jaga, marilah kita tetap menjaga semangat juang beribadah, kita hiasi dengan semangat pengorbanan yang membawa berkah dengan bertekad menjadikan Islam sebagai rahmat bagi semesta. Dengan begitu, pelaksanaan hari raya ini InshaaAllah memiliki makna yang agung,” harapnya yang pernah mendapatkan penghargaan Santri Of The Year pada peringatan Hari Santri Nasional 2016 dari Yayasan Pustaka Compass.

Pelaksanaan Salat Iduladha tersebut dengan Imam Ust. Syamsuri Firdaus Qori’ Internasional pada MTQ Intersional di Singapura tahun 2012 yang juga Mahasiswa FIB UI 2017. Usai pelaksanaan Salat Iduladha, Rektor UI Muhammad Anis menyerahkan cenderamata kepada Menristekdikti M. Nasir. (NF)

img-20170901-wa0022