Cilacap – Upaya revitalisasi pendidikan tinggi vokasi terus dilakukan pemerintah. Hal tersebut dalam rangka meningkatkan daya serap dan tenaga kerja terampil dari para lulusan sekolah tinggi atau politeknik di dunia kerja (industri).

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, mengatakan semua lulusan politeknik nantinya akan dapat pekerjaan sesuai kompetensinya dan para industri akan dapat pasokan tenaga kerja kompeten.

Hal ini disampaikan pada kunjungan kerjanya ke Politeknik Negeri Cilacap, Jawa Tengah dalam upaya revitalisasi politeknik. Acara ini juga dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek Dikti, Kemenristekdikti, Agus Indarjo, Bupati Cilacap, Tatto Suwarto, Selasa (14/2).

“Tujuan Revitalisasi Politeknik ini nantinya, para industri dapat pasokan tenaga kerja yang kompeten dari lulusan politeknik yang bersertifikat kompetensi sesuai kebutuhan industri, mahasiswa politeknik juga harus membuat hasil produk bernilai ekonomis (teaching industry) untuk meningkatkan potensi di daerahnya,” ujar Menteri Nasir pada paparannya.

Menteri Nasir menambahkan Kemenristekdikti akan mengeluarkan kebijakan pada tahun 2017 ini, untuk pembangunan yang berfokus pada politeknik. Diantaranya, kurikulum yang akan disesuaikan dengan kebutuhan industri dan mendorong akreditasi yang baik (A), peningkatan kualitas laboratorium, infrastruktur serta dosen yang tidak cukup memiliki kemampuan di bidang akademis saja tetapi kompetensinya juga.

“Saya tekankan, target kami semua lulusan politeknik harus punya sertifikat kompetensi, ijazah pasti. Karena saya yakin lulusan politeknik dapat siap untuk menghadapi persaingan global. Negara bisa maju karena politeknik, saya ingin menjadikan politeknik di garis depan dalam perekonomian Indonesia,” ucapnya dengan semangat di depan ratusan mahasiswa Politeknik Negeri Cilacap itu.

Direktur Politeknik Negeri Cilacap, Soedihono, menyambut baik keinginan Kemenristekdikti dalam upaya revitalisasi pendidikan tinggi vokasi, pada pembukaan acara yang bertema “Menyongsong Revitalisasi Perguruan Tinggi Vokasi Dalam Rangka Meningkatkan Daya Saing Bangsa” itu, Soedihono mengatakan akan meningkatkan mutu kompetensi dari para dosennya.
“Dosen-dosen di Politeknik Negeri Cilacap yang sudah mendapat gelar S1 terapan, akan saya kirim untuk melanjutkan pendidikannya lebih lanjut, baik didalam negeri maupun luar negeri. Saya juga akan mendatangkan dosen-dosen dari industri nantinya,” imbuh Soedihono.

Soedihono juga menyampaikan terkait arahan Menristekdikti agar lulusan politeknik nantinya dapat membantu meningkatkan potensi dan ekonomi di daerahnya.

“Tekad saya, lulusan politeknik akan mampu menghasilkan barang modal untuk mengurangi import yang saat ini kota cilacap masih tinggi dalam hal import barang modal dan lulusan kami akan punya kompetensi yang baik untuk siap di industri, siap kerja, dan mampu bersaing,” ujarnya.

Kunjungan kerja di Politeknik Negeri Cilacap ini, Menristekdikti juga menyempatkan diri untuk melihat fasilitas di ruang laboratorium teknik mesin dan menanam pohon kelengkeng merah di taman Politeknik Negeri Cilacap. (tls/ard)

Galeri