#Siaran Pers Kemenristekdikti

Nomor : 64/SP/HM/BKKP/IX/2017

Selama dua tahun terakhir, sejak 2014 hingga 2017 dosen dan peneliti Indonesia mengalami kemajuan signifikan di bidang publikasi ilmiah. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi peningkatan jumlah artikel ilmiah internasional Indonesia lebih cepat dari pada peningkatan jumlah lektor kepala dan profesor maupun peningkatan anggaran penelitian. Pada tahun 2017 untuk pertama kali dalam 20 tahun, Indonesia mengungguli Thailand.

Publikasi Ilmiah Internasional Indonesia terindeks Scopus per tanggal 2 Oktober 2017 berada pada angka 12.098 publikasi, jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan capaian publikasi ilmiah internasional Indonesia pada bulan Agustus pada angka 9.501 publikasi. Indonesia saat ini berada pada peringkat ketiga di atas Thailand dengan 10.924 publikasi dan di bawah Singapura yang berhasil menghasilkan 14.616 publikasi.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir optimis publikasi ilmiah internasional Indonesia pada akhir tahun dapat melampaui Singapura. “Sebelumnya di tahun 2016 Indonesia berada di peringkat ke-4 dengan jumlah publikasi sebanyak 11.865. Untuk itu, saya optimis di akhir tahun 2017 publikasi Indonesia mampu mencapai angka 15.000-17.000 dan dapat menggeser Singapura yang berada di peringkat ke-2” ujar Nasir di Jakarta (3/10/2017).

Berikut peringkat publikasi ilmiah internasional terindeks Scopus, salah satu pengindeks internasional bereputasi, per tanggal  2 Oktober 2017 pukul 08:46 WIB.

Ranking publikasi di Asean :

1.Malaysia. 20.304

2.Singapore 14.616

3.Indonesia.12.098

4.Thailand. 10.924

Kabar baik lainnya, Jurnal Nasional yang terindeks pengindeks internasional bereputasi pada tahun ini mengalami peningkatan signifikan, meningkat dari 0 menjadi 33 jurnal. Sedangkan,  Jurnal Nasional yang terindeks di Directory of Open Access Journal meningkat tajam dari 76 menjadi 931 jurnal. Jurnal Nasional Terakreditasi meningkat dari 75 menjadi 283 jurnal.

“ Momentum ini harus dijaga,” pungkas Nasir.

Tren peningkatan riset dan publikasi di Indonesia tidak terlepas dari dukungan program dan kebijakan Kemenristekdikti, khususnya di dunia penelitian perguruan tinggi dan juga lembaga penelitian. Salah satu kebijakan yang diharapkan dapat mendongkrak semangat dosen dan peneliti untuk dapat terus melakukan penelitian dan publikasi ilmiah ialah dengan diterbitkannya Permenristek Dikti No 20/2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor. Regulasi itu mengamanatkan publikasi ilmiah merupakan salah satu indikator untuk melakukan evaluasi terhadap pemberian tunjangan profesi dosen dan kehormatan guru besar.

Selain itu, ada juga Peraturan Menristek Dikti No 44/2015 yang mendorong mahasiswa strata dua (S-2) dan S-3 mampu menghasilkan publikasi yang terindeks global. Kemenristek Dikti juga telah membuat sistem aplikasi yang dinamakan Science and Technology Index (Sinta) yang diakses melalui Sinta.ristekdikti.go.id untuk mendata publikasi dan sitasi nasional serta internasional oleh dosen dan peneliti Indonesia.

 

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik

Dan Ditjen Penguatan Risbang

Kemenristekdikti