SIARAN PERS

Nomor : 70/SP/HM/BKKP/X/2017

 

Semarang-Perguruan Tinggi diminta untuk mengantisipasi terjadinya perubahan global yang ada di depan. Perubahan-perubahan tersebut meliputi alat transportasi, alat pembayaran, maupun perilaku dalam kehidupan sosial yang kini sudah berbasis digital. Demikian disampaikan Presiden RI Joko Widodo di acara Dies Natalis Universitas Diponegoro (Undip) ke-60 di Stadion Undip, Semarang (17/10/2017).

Karenanya, menurut Presiden Jokowi, pembangunan Sumber Daya Manusia menjadi kunci untuk menghadapi perubahan-perubahan yang ada.

“Saya sudah sampaikan kepada Menteri-menteri agar menyiapkan sekolah vokasi dan kejuruan kita. Politeknik, ilmu-ilmu terapan itu nantinya akan jadi kunci,” ujar Presiden.

Di dunia pendidikan tinggi termasuk Undip, rektor dan civitas akademika diminta berani berubah menyongsong transisi perubahan. Fakultas dan program studi harus mengikuti perubahan jaman.

“Fakultas ekonomi biasanya jurusannya manajemen, ekonomi pembangunan, akuntansi. Itu selalu ada. Kenapa tidak menyiapkan fakultas digital ekonomi?,” ucap Presiden Jokowi.

“Untuk manajemen misalnya manajemen logistik, operation manajemen, manajemen ritel, manajemen strategic, manajemen proyek,” imbuh Presiden.

Kepala Negara juga menghimbau perguruan tinggi untuk memotori inovasi destruktif, salah satunya dengan cara membuka fakultas atau program studi yang menjawab kebutuhan spesifik saat ini dan sesuai dengan inovasi-inovasi destruktif.

Di samping itu pula metode pembelajaran harus diubah dan disesuaikan dengan karakter generasi Y atau generasi muda sekarang ini. Diantaranya dengan mendorong inovasi, memfasilitasi mahasiswa untuk menjadi pembelajar yang aktif baik di dalam maupun di luar kelas, memfasilitasi mahasiswa untuk memiliki karakter dan etos kerja yang tinggi, memiliki kepemimpinan yang baik, memiliki jiwa anti korupsi, toleransi, inovatif dan kreatif.

Oleh karena itu, lanjut Presiden, diperlukan infrastruktur untuk pendukung-pendukung seperti yang sudah dilakukan oleh negara lain. Universitas bisa membangun semacam Creative Hub atau Coworking Space bagi mahasiswa yang memiliki jiwa entrepreuner.

“Perubahan-perubahan seperti ini jika kita tidak cepat bisa tertinggal oleh negara lain,” pungkasnya.

Perayaan Dies Natalis Undip Ke-60

Meriahnya Dies Natalis Undip terlihat dari ribuan mahasiswa mahasiswi berpakaian hitam putih yang antusias mengikuti acara yang dihadiri oleh Presiden RI. Dies Natalis kali ini Undip mengangkat tema Sinergi, Transformatif dan Elevatif dengan sub tema Riset Untuk Rakyat.

Selaras dengan tema tersebut, Rektor Undip Yos Johan Utama mengungkapkan bahwa Undip yang memiliki visi sebagai Universitas Riset itu turut mendukung kebijakan Menristekdikti pada peningkatan jumlah publikasi Indonesia untuk bisa menyalip Thailand.

“Untuk jumlah total publikasi di Scopus Undip menduduki posisi ke-6 dari perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Sedangkan jumlah publikasi Undip tahun 2017 per 4 Oktober Undip nomor 4 nasional,” ungkap Yos.

Rektor juga mengungkapkan keberhasilan riset yang ada di Undip dikembangkan ke hilirisasi yang pemanfaatannya dirasakan langsung oleh masyarakat sesuai arah kebijakan Kemenristekdikti. Salah satunya produk inovasi D’ozone untuk pengawetan hasil pertanian yang langsung diserahkan ke beberapa kelompok tani pada acara tersebut.

Terkait hal akademik, Rektor berterima kasih kepada Presiden Jokowi dan Menristekdikti karena mengeluarkan kebijakan yang pro rakyat seperti bantuan pendidikan bidikmisi dan Afirmasi Pendidikan Tinggi Papua (ADik).

Undip telah menerima mahasiswa dari golongan tidak mampu sebesar lebih dari 20% dari jumlah mahasiswa Undip yang berjumlah lebih dari 52 ribu.

“Tidak boleh ada mahasiswa yang gagal studi hanya karena ketidakmampuan finansial,” tandasnya.

Hadir dalam Dies Natalis, Ibu Negara Iriana, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wakil Ketua DPR RI, Rektor PTN dan PTS serta undangan lain.

 

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi