Program Studi Teknologi Penangkapan Ikan Politeknik Negeri Pontianak menerapkan Iptek bagi masyarakat (IBM) berupa teknologi bioreeftek sebagai upaya konservasi terumbu karang di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang. IBM diketuai Sadri, S.St.Pk, MT dan beranggotakanan   Frangky F. Tumion, SIK. Menurut Sadri, tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kepada masyarakat, khususnya di Desa Pulau Lemukutan cara menerapkan teknologi bioreeftek dalam transpalansi karang. Lebih lanjut dikatakannya, program tersebut melibatkan Konsorsium Program Mitra Bahari RC Kalimantan Barat. Ia berharap, konsorsium dapat melaku kegiatan sejenis di tempat lain di Kalimantan Barat yang terumbu karanggnya rusak atau punah.

Program tersebut berjalan delapan bulan, diawali pembuatan bioreeftek, penanaman, pemantauan dan relokasi. Pemantauan dilakukan dua kali setiap emat bulan. Penanaman bioreeftek dilakukan di Pulau Lemukutan pada 02 Juni 2016. Kita tahu bahwa terumbu karang punya fungsi sangat penting. Sebagai tempat memijah, mengumpulkan organisme laut meningkatkan efisiensi penangkapan, serta daerah asuhan biota laut dan sebagai sumber plasma nutfah, ujar Sadri.

Terkait teknologi yang diterapkan, Sadri menjelaskan bahwa Bioreeftek merupakan teknologi hijau yang memanfaatkan bahan alami, tempurung kelapa sebagai media penempelan larva planula karang sampai jadi koloni individu baru (terumbu).  Teknologi bioreeftek di lokasi yang memiliki terumbu karang kurang baik atau rusak. Ujarnya. Ia menambahkan, IBM sebagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat  salah satu pilar perguruan tinggi yang dijadikan ajang transfer ilmu. Kami harap ilmu ini dapat dimanfaatkan demi kemaslahatan masyarakat. Iptek yang diberikan pun hendaknya mampu menyelesaikan permasalahan social dan lingkungan mereka, katanya.

Lemukutan punya keindahan alam bawah laut yang menarik dan terkenal di Kalimantan Barat. Salah satu keindahannya, ekosistem terumbu karang. Masyarakat telah memiliki kesadaran tinggi, terhadap kelestarian ekosistem terumbu karang, karena berimbas pada jumlah hasil ikan tangkapan. Kami kenalkan bioreeftek sebagai teknologi baru konservasi ekosistem terumbu karang. (Erwandi- Pranata Humas Muda)