Jakarta – Pendidikan Tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Di Negara maju, pendidikan tinggi berperan dalam membangun ekonomi yang kompetitif secara global dengan mengembangkan lulusan yang terampil dan produktif serta menciptakan,menerapkan dan menyebarkan gagasan dan inovasi baru.

Berbekal harapan-harapan tersebut, Selasa (22/8) Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir melantik AA Raka Sudewi menjadi Rektor Universitas Udayana dan Sri Tutie Rahayu menjadi Direktur Politeknik Negeri Maritim Indonesia (Polimarin) di Auditorium Gedung D Senayan.

Di Indonesia para mahasiswa yang baru saja menyelesaikan pendidikan tinggi terkadang terbentur dengan pembekalan ilmu yang tidak seimbang dengan permintaan industri/perusahaan, dengan adanya hal itu, Menristekdikti berpesan kepada pimpinan perguruan tinggi baru yang baru saja dilantik untuk memberi pembekalan yang cukup pada mahasiswa didikannya.

“Perguruan tinggi harus mampu membekali lulusannya dengan keahlian yang terstandar, gigih dalam bekerja, penuh integritas dan pantang menyerah serta sesuai dengan kebutuhan dan fleksibel,” ucap Nasir.

Nasir berharap pada kedua pimpinan baru perguruan tinggi ini untuk mengembangkan potensi yang terdapat di masing-masing daerahnya agar menjadi sebuah inovasi yang bisa meningkatkan nilai Indonesia dikancah internasional.

“Saya berharap pada Udayana agar mampu meningkatkan inovasinya dalam memanfaatkan kearifan lokal hingga menjadi produk unggul yang hanya ada di Indonesia, dan untuk Polimarin agar dapat bekerja sama dengan perguruan tinggi lain dibidang maritim, serta menjadi lokomotif dalam bidang iptek dan inovasi kemaritiman,” tutur Nasir.

Diujung arahannya, Nasir mengutarakan lagi harapannya agar Udayana dan Polimarin bisa mempublikasikan hasil penelitian yang mereka lakukan, dan mengkomersialisasikan hasil riset dan inovasi untuk didistribusikan ke masyarakat Indonesia. Karena menurutnya suatu penelitian akan menjadi hal yang sia-sia jika masyarakat tidak bisa merasakan manfaatnya.

“Harapan saya, Universitas Udayana dan Polimarin dapat melakukan inovasi-inovasi yang bermanfaat untuk masyarakat, bangsa, dan Negara, sehingga kerjasama yang telah kita lakukan dalam membangun bangsa ini dapat dirasakan oleh masyarakat dan bangsa,” pungkas Nasir. (DZI/TJS)