Gresik – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengatakan, kantong udara dari karet (Rubber Airbag) sebagai bagian dari upaya pemerintah melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk meningkatkan perekonomian Indonesia dengan hasil inovasi yang bekerja sama dengan industri lokal.

“Kita perlu adanya inovasi untuk memberdayakan produk dalam negeri dan mengurangi impor. Namun, inovasi tanpa investor tidak akan bisa terwujud. Inovasi tanpa inventor maka tidak akan bermanfaat, harus terjalin kolaborasi antara penemu atau peneliti dengan pemodal,” ujar Menteri Nasir saat peninjauan di PT. Indonesia Marine Shipyard (IMS), Gresik, Senin (20/2).

Rubber Airbag sendiri merupakan produk yang digunakan industri perkapalan untuk membantu proses menaikkan dan menurunkan kapal di galangan, baik dalam pembangunan kapal baru maupun reparasi kapal yang sebagian besar, berbahan karet alam lokal.

Kepala BPPT, Unggul Priyanto menjelaskan, BPPT bekerja sama dengan industri lokal PT. Mitra Prima Sentosa (MPS) dan PT. Indonesia Marine Shipyard (IMS) untuk membuat rubber airbag yang nantinya akan dimanfaatkan di industri perkapalan untuk menunjang agenda poros maritim Republik Indonesia.

“Awalnya kita berfikir bagaimana memanfaatkan karet ini sehingga lebih bermanfaat dalam bentuk jadi daripada di ekspor, dengan bekerja sama dengan industri lokal, akhirnya kita membuat rubber airbag ini melalui dana insentif untuk hilirisasi produk inovasi,” ucapnya.

Menurut Priyanto, kebutuhan produk rubber airbag bagi industri kalangan kapal nasional sedang mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi karena produksi kapal naik 28,3% dan sektor galangan tumbuh 10%. Nantinya, penggunaan rubber airbag ini dapat menjadi pilihan bagi industri galangan kapal karena lebih praktis dan investasinya yang murah.

Menristekdikti, M. Nasir yang melihat langsung proses kerja rubber airbag di PT. IMS ini, berharap produk ini dapat mempunyai manfaat bagi negeri dan mengurangi ketergantungan pada barang impor dengan membuat inovasi yang memanfaatkan bahan baku alam lokal.

“Riset yang berujung pada inovasi inilah yang harus kita dorong agar bisa memiliki manfaat kepada masyarakat. Indonesia punya potensi yang besar dengan Sumber Daya Alam yang luas. Tanpa adanya inovasi, akan sulit bagi Indonesia akan berkembang dan bersaing di pasar ekonomi,” tegas Nasir.

Sofyan Lesmana, yang mewakili PT. Mitra Prima Sentosa (MPS) menyampaikan akan terus bersama-sama memanfaatkan hasil penelitian yang positif ini dengan BPPT untuk memanfaatkan kekayaan alam Indonesia dengan membuat produk seperti Rubber Airbag yang lainnya.

“Salah satu alasan kenapa kita buat Rubber Airbag ini adalah suatu galangan yang inovatif, murah dan bisa dengan cepat menekan dan menurunkan kapal, tidak perlu bangunan yang canggih, cukup bibir pantai yang rapih, maka kapal bisa diperbaiki,” ujar Sofyan. (tls/ard)

Galeri