Rumput laut merupakan sumberdaya hayati yang melimpah di perairan Indonesia. Menurut data Ditjen Perikanan Tangkap, bahwa produksi rumput laut nasional tahun 2014 mencapai 10,2 juta ton atau meningkat tiga kali lipat dari produksi rumput laut tahun 2010 yaitu 3,9 juta ton.

Terkait hal ini, sejumlah pakar dari Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan penelitian tentang aktivitas antioksidan berbagai jenis rumput laut coklat dari perairan Kepulauan Seribu. Mereka adalah Seftylia Diachanty, Nurjanah dan Asadatun Abdullah.

Seftylia mengatakan bahwa rumput laut cokelat memiliki kandungan karbohidrat, protein, abu, air, vitamin dan mineral (K, Na, Mg, P, I dan Fe). Dari segi pengobatan dan industri farmasi, rumput laut cokelat mengandung metabolit sekunder yang bermanfaat bagi kesehatan seperti alkaloid, glikosida, tannin dan steroid yang saat ini banyak digunakan.

Ia juga menjelaskan, senyawa fenolik dan flavonoid yang memiliki aktivitas penghambatan oksidasi kolesterol jahat LDL, Angiotensin Converting Enzyme (ACE), ?-amilase, ?-glukosidase dan berpotensi memberikan efek terapeutik serta perlindungan terhadap beberapa penyakit degeneratif terutama kanker.

Kandungan senyawa fenolik yang terdapat pada alga cokelat memiliki komponen struktural dan tidak terpisahkan dari dinding sel serta berfungsi sebagai perlindungan dari radiasi UV, berperan dalam reproduksi alga dan mekanisme perlindungan terhadap faktor biotik.

“Selain itu, senyawa bioaktif berperan sebagai antioksidan, mampu menghambat dihasilkannya agen oksidatif dalam produksi Reactive Oxygen Spesies (ROS) oleh sel darah perifer, menghambat paparan oksidatif dalam tubuh dan berperan dalam proses penurunan tekanan darah,” jelasnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi kimia yang dominan pada rumput laut Sargassum polycystum, Padina minor dan Turbinaria conoides yaitu karbohidrat, abu dan air. Mineral yaitu Na, Mg, Fe, Ca dan K, sedangkan logam berat yang terkandung yaitu Pb, Hg dan Cu. 

S. polycystum mengandung flavonoid, steroid dan triterpenoid. Senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, triterpenoid dan golongan fenolik terdapat pada P. minor dan T. conoides (kecuali saponin). Ketiga jenis rumput laut cokelat merupakan sumber antioksidan yang kuat.(AT/NM)

 CP : Seftylia Diachanty : seftylia@gmail.com