Terkait Pencarian Pesawat Air Asia QZ 8501 yang jatuh di Selat Karimata pada tanggal 29 Desember 2014 dan belum ditemukannya bangkai pesawat tersebut, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah mengerahkan Kapal Riset Baruna Jaya 1 untuk memberikan bantuan pada SAR yang dikoordinasi oleh Basarnas.

Kapal Riset Baruna Jaya 1 yang dikerahkan oleh BPPT mempunyai empat keunggulan teknologi yang canggih antara lain 1. Multibeam Echosounder yang berfungsi untuk memprediksi benda dibawah laut, 2. Side Scan Sonar yang juga berfungsi untuk melakukan pemetaan denganĀ  jangkauan yang lebih tajam, 3. Magneto Meter yang disebut sebagai alat pendeteksi logam, alat ini dipakai apabila hasil yang dapat oleh kedua tes awal menunujukkan indikasi adanya objek di dasar laut, 4. ROV (Remote Operated Vehicle) yang berfungsi menampilkan visual real dari dasar laut.

Dalam proses pencarian pesawat Air Asia QZ 8501 tersebut, Menristekdikti M Nasir mendatangani langsung Pusat Komando dan Kendali (Puskodal) Operasi Kapal Riset Baruna Jaya BPPT di Lt. 18 gedung I BPPT, pada Senin, 06 Januari 2015 untuk berkoordinasi hal-hal yang terkait dengan upacaya SAR yang sedang dilakukan.

Dalam diskusi ini, penanggung jawab harian di Puskodal KR Baruna Jaya, Imam Mudita menjelaskan kegiatan-kegiatan apa yang sudah dilakukan oleh tim dari KR Baruna Jaya terkait pencarian Pesawat Air Asia QZ 8501.

Menristekdikti M Nasir juga menanyakan terkait posisi KR Baruna Jaya 1 dalam hal pencarianĀ  bangkai pesawat Air Asia tersebut. Pada kesempatan ini tim dari KR Baruna Jaya menjelaskan posisi kapal yang sudah ditetapkan garis posisinya oleh BASRNAS. Untuk itu Menristekdikti memberikan masukan kepada tim Baruna Jaya agar dalam proses operasi pencarian ini bisa dilakukan secara terintegrasi dan terkodinir agar kapal-kapal tidak dalam satu titik saja tetapi harus menyebar ke titik yang lainnya.

Dalam diskusi ini turut dihadiri oleh Sekretaris Kemenristek, Hari Purwanto; Kepala BPPT, Unggul Priyantono; Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam, Ridwan Djamaluddin; Kepala Biro Hukum dan Humas, Agus Sediadi; dan Team Baruna Jaya. (md/humasristek)