Walaupun baru dua tahun bermetamorfosis dari STEKPI (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, Keuangan, dan Perbankan Indonesia), Universitas Trilogi  sudah banyak menjalankan berbagai program dengan hasil yang menggembirakan.

Pada Dies Natalis ke-2 ini Universitas Trilogi mengangkat tema “Meningkatkan Daya Saing Bangsa melalui Penguatan Sumber Daya Lokal yang Kreatif dan Inovatif”. Sabtu, 28 Maret 2015, Menristekdikti memberikan orasi ilmiah dengan tema tersebut pada acara Wisuda ke-2 Universitas Trilogi.

Dalam orasi ilmiahnya, Menristekdikti mengungkapkan bahwa salah satu jalan agar ekonomi kita terus tumbuh lebih cepat adalah dengan mengembangkan industri hilir yang berorientasi ekspor, industri subtitusi impor yang kompetitif berbasis bahan baku lokal, dan industri kreatif yang berbasis pengetahuan. Melalui pengembangan industri tersebut, maka kita akan memperoleh nilai tambah yang semakin besar, mengurangi impor bahan baku, dan meningkatkan ekspor/devisa. Untuk mewujudkan industri tersebut, diperlukan kreatifitas dan inovasi yang unggul dari semua pemangku kepentingan; akademisi, bisnis/industri, pemerintah, dan masyarakat.

Menurut menristekdikti, daya saing akan meningkat salah satunya dengan mengembangkan suatu sistem inovasi nasional. Kebijakan Sistem Inovasi Nasional Indonesia terutama terkait dengan peran perguruan tinggi dapat dilakukan dengan tiga strategi pokok. Pertama, memaksimalkan dukungan kelembagaan pendidikan untuk membentuk sumberdaya manusia yang cerdas secara akademik (academically-intelligence) dan sensitive terhadap permasalahan nyata (emotionally-intelligence). Kedua, mengubah perilaku periset PT dari kecenderungan untuk lebih tertarik pada riset untuk memenuhi keingintahuan (curiousity-driven research) menjadi riset untuk menjawab permasalahan nyata (goal-oriented research) dan bahkan dapat memberikan nilai tambah dengan memanfaatkan secara optimal sumber daya lokal. Ketiga, memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan pengguna, agar riset yang dilakukan relevan sesuai kebutuhan pengguna dan sesuai dengan kapasitas adopsi pengguna.

Menristekdikti juga mengatakan bahwa kementeriannya siap bekerjasama dengan Universitas Trilogi dalam pengembangan  sumber daya manusia yang unggul. “Kerja sama antar lembaga sangat penting untuk hubungan yang saling mengisi antar lembaga. Hubungan ini merupakan aspek penting karena akan terjadi pemanfaatan bersama sumber daya, sarana dan prasarana iptek. Sinergi sumber daya ini harus dikedepankan dengan mengurangi egosektoral diantara institusi di Indonesia,” ujar M Nasir.

Menristekdikti berharap agar Ketua Yayasan dan Pimpinan Universitas Trilogi tidak berpuas diri, dan terus melakukan penyempurnaan/peningkatan sistem pembelajaran dan pendidikan di Universitas Trilogi sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga menghasilkan lulusan yang semakin berkualitas dan mampu  bersaing di era global yang semakin kompetitif. Terlebih pada akhir tahun 2015 ini, kita akan memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN yang bertujuan melancarkan arus barang dan jasa negara ASEAN. MEA ini memberikan peluang pasar, sekaligus juga tantangan kepada kita apakah produk, jasa dan SDM kita mampu bersaing dengan negara ASEAN lainnya. (flh/humasristek)