Pada hari Jumat 27 Maret 2015, Menristekdikti Mohamad Nasir melakukan kunjungan kerja ke PT Karya Anugerah Rumpin (PT KAR) Bogor, Jawa Barat. Menristekdikti disambut dengan hangat oleh Karnadi Winaga Direktur PT KAR. Dalam kunjungan ini Menristekdikti bersama dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menandatangani Kesepahaman Bersama (MoU) tentang Penerapan dan Pengembangan Agribisnis Peternakan Sapi Terpadu di ruang serbaguna PT KAR.

Dalam industri peternakan, teknologi mempunyai yang cukup penting dalam menghasilkan ternak yang unggul. Banyak teknologi yang dapat dimanfaatkan mulai dari proses di industri hulu, misalnya perbaikan genetik, produksi sperm bibit unggul, perbanyakan bibit dengan IB Sexing dan embrio transfer; atau teknologi ‘on farm’ seperti teknologi pakan silase, pakan consentrate (pakan complete), teknologi penanaman hijauan pakan ternak dan teknologi pola pakan; hingga pada industri hilir (pasca panen), teknologi yang dapat dikembangkan antara lain pengolahan daging, pengolahan tulang menjadi gelatin, pengolahan kulit, dan pengolahan limbah sapi menjadi pupuk dan biogas.

Kemenristekdikti, melalui Business Innovation Center (BIC) pada tahun 2013 telah berhasil melakukan intermediasi untuk membangun kepercayaan industri, dalam hal ini PT KAR untuk melakukan kerjasama dengan LIPI dalam bidang peternakan. Kerjasama tersebut selain merupakan contoh penerapan hasil litbang pada industri dan masyarakat, juga merupakan contoh sukses sinergi komponen triple helix (ABG), dalam hal ini pemerintah (G), akademisi (A) dan sektor bisnis (B) sebagai aktor-aktor inovasi. Hasil litbang akan memberikan dampak ekonomi secara signifikan jika merupakan keluaran dari interaksi sinergis antara akademisi, bisnis, dan pemerintah. Implementasi kerjasama operasional antara LIPI dan PT KAR di sektor hulu, khususnya adopsi teknologi perbaikan genetik sapi lokal, pembibitan, pembiakan dan pembesaran sapi unggul telah menginisiasi kepercayaan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk ikut serta melakukan kerjasama di sektor ini.

Menristekdikti berharap sinergi ini dapat mempercepat terwujudnya swasembada daging di Tahun 2019, serta dapat menggerakan sektor ekonomi strategis lainnya. Diharapkan kerjasama yang terjalin antara penyedia teknologi, industri, dan pemerintah daerah dalam memanfaatkan hasil penelitian dapat menjawab persoalan yang ada di masyarakat.

Turut hadir adalah Benyamin Lakitan, Staf Ahli Menristek Bidang Pangan dan Pertanian; Muhamad Dimyati, Deputi Bidang Sumber Daya Iptek; Pariatmono, Deputi Bidang Pendayagunaan Iptek; Hadirin Suryanegara, Asdep Iptek Industri Kecil dan Menengah; Akmadi Abbas, Wakil Kepala LIPI; Siti Nuramaliati Prijono, Sestama LIPI; Dewi Odjar, Deputi Bidang Informasi dan Pemasyarakatan Standardisasi BSN; Agus Sulistiyono dan Satya Widya Yudha, Anggota Komisi VII DPR RI; Krisna Mukti, Anggota Komisi X DPR RI; dan Djangga Lubis, Dirut PD Pasar Jaya. (flh/humasristek)