Dalam kunjungan kerja ke Semarang, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir berkesempatan memenuhi undangan dari Persatuan Pencak Silat “Pagar Nusa” Nahdlatul Ulama (NU) yang mengadakan “Apel Akbar Ikrar Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”.
Apel akbar digelar hari Minggu, 29 Maret 2015 pukul 09.30 bertempat di lapangan Simpang Lima, Kota Semarang. Peserta apel akbar ini mencapai 3000 orang datang dari berbagai kabupaten di wilayah propinsi Jawa Tengah seperti : Klaten, Tegal, Demak, Kudus dan lainnya.

Dalam sambutannya Menristekdikti mengajak seluruh pesilat dan warga NU mempersiapkan masa depan dengan baik melalui pendidikan. ‘’Jangan sampai kader NU tidak bisa sekolah atau kuliah karena tidak mampu. Kita harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan pendidikanlah kita bisa mengembangkan diri menuju pribadi yang tangguh,’’ ujar M Nasir.
Sementara sebelumnya Wakil Ketua Umum PBNU As’ad Said Ali mengajak seluruh masyarakat berjuang meneruskan perjuangan alim ulama  untuk NKRIdalam amanatnya sebagai inspektur upacara dan memimpin pembacaan ikrar kesetiaan Pencak Silat Nadhatul Ulama.

Ketua Umum Pengurus Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa, H Aizzuddin Abdurrahman mengingatkan bahwa NKRI sedang berada dalam ancaman disintegrasi yang disulut oleh kelompok radikal terutama ISIS yang mulai menjalar ke Indonesia. “Sebagai bagian dalam upaya pencegahan kita harus selalu awas dan waspada terhadap keadaan sekitar dan lingkungan tempat kita tinggal. ISIS juga telah merusak akidah dan nasionalisme yang telah tumbuh subur dalam jiwa warga kita,” kata Gus Aiz, panggilan akrab Aizzuddin Abdurrahman.

Ditambahkan, Pagar Nusa merupakan bagian pagarnya NU dan bangsa Indonesia. Pagar Nusa akan menjaga pesantren, kiai dan ulama, serta dengan segenap jiwa dan raga akan selalu menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI. “Kita harus bermitra dengan pemerintah, karena ini menjadi tanggung jawab kita bersama TNI dan Polri. Kita mewarisi ajaran yang dibawa walisongo dalam mendakwahkan Islam dengan santun, amar ma’ruf bil ma’ruf, mengajak kepada Islam dengan cara yang baik, tidak berbuat kekerasan dalam mengajak Islam,” tegas Gus Aiz dihadapan Bupati  Tegal, Enthus Susmono, para petinggi TNI dan Polri.

Usai ikrar, para pesilat menunjukkan berbagai atraksi, antara lain memegang petasan yang diledakkan, dilindas motor, dicambuk, dihantam batu besar, hingga unjuk kekebalan bagian tubuh dari senjata tajam.

Apel Akbar ini merupakan puncak dari kegiatan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Pencak Silat NU Pagar Nusa yang mengambil tema “Pagar Nusa Menjadi Benteng NKRI dari Ancaman Radikalisme dan Terorisme”. Rapimnas diadakan sejak 26 Maret lalu di Pondok Pesantren Az zuhri Ketileng Semarang. (wis/humasristek)