Jakarta , 20-22 Maret 2015

Bismillahhirrahmanirrahim, 

Yang saya hormati Perwakilan Kementerian terkait;

Yang saya hormati Yayasan dan Asosiasi terkait;

serta hadirin sekalian yang saya muliakan;

Assalamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.  

Pertama-tama marilah kita  panjatkan puji syukur ke Hadirat Allah SWT,karena hanya atas nikmat dan karunia-Nya lah, hari ini kita dapat bersama berkumpul di Jakarta Convention Center, dalam rangka kegiatan Agrinex Expo 2015.

Hadirin dan saudara-saudara sekalian yang saya hormati,

Secara definisi kedaulatan pangan terkait dengan pihak yang menguasai sumber dan persediaan pangan, kemandirian pangan terkait dengan proporsi kemampuan dalam  memproduksi pangan, sedangkan ketahanan pangan, menunjukan kecukupan persediaan bagi setiap orang baik kualitas maupun kuantitas pada setiap saat,” dan ini merupakan kewajiban negara. 

Hal yang terpenting, dalam menentukan kebijakan pangan secara mandiri, harus dapat memberikan jaminan pendistribusian hak pangan bagi rakyat,  sehingga   pada gilirannya rakyat mampu memproduksi pangan sendiri serta menjamin keberlanjutan produksinya lepas dari berbagai bias dan distorsi. 

Salah satu peran pemerintah untuk mengupayakan Program Kedaulatan Pangan agar dapat optimal adalah dengan fokus pada basis keunikan dan kekuatan sumber daya lokal, tentu saja termasuk sumber daya manusianya. Dengan demikian, Insyaa Allah akan terwujud kedaulatan pangan, yang ditekankan pada kecukupan kebutuhan pangan bagi individu dan rumah tangga, tanpa ketergantungan pihak lain melalui impor.

Kedaulatan pangan tidak terlepas dari makna ketahanan pangan dan kemandirian pangan. Hal ini berimplikasi pada partisipasi aktif  segenap unsur masyarakat untuk berkontribusi pada kecukupan kebutuhan pangan. Walaupun pangan merupakan industri-basis unggulan Indonesia, namun kedaulatan itu tidak akan terwujud jika tidak digali dan dikembangkan dengan teknologi. Teknologi lah yang akan mengoptimalkan sumber daya yang ada, bahkan menciptakan nilai tambah tinggi pada produk yang dimiliki. Untuk itu, perlu diperjelas fokus terkait politik pertanian kedepan khususnya di bidang pangan untuk mengurangi belanja luar negeri khususnya produk pangan. 

Hadirin dan saudara-saudara sekalian yang saya hormati.

Salah satu kegiatan Agrinex Expo 2015 ini, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program kedaulatan pangan. Program kedaualatan pangan ini adalah program nasional yang strategis, dimana interaksi ini diharapkan dapat memicu yang dapat mengakibatkan iklim kompetisi yang tinggi  dan bisa menjadi tantangan sekaligus ancaman apabila tidak diantisipasi dengan baik, bila dikaitkan dengan MAE [masyarakat ekonomi asean]. Untuk itu agar produk kita bersaing termasuk didalamnya produksi pertanian, maka politik pertanian harus diarahkan agar produk pertanian kita memiliki daya saing dari sisi kuantitas maupun kualitas,” sudah barang tentu pemerintah perlu melakukan langkah konkret berupa optimalisasi dan perluasan lahan pertanian, penyediaan dan peningkatan sarana penunjang pertanian seperti pengadaan mesin pertanian, obat-obatan, benih unggul, pupuk, sarana irigasi serta sarana pertanian lainnya. 

Hadirin dan saudara-saudara sekalian yang saya hormati.

Kedaulatan Pangan Indonesia menjadi sebuah perjuangan yang tidak mudah di wujudkan di tengah arus perdagangan dunia dan perubahan iklim ekstrim yang melanda banyak negara termasuk Indonesia. Kemandirian pangan akan terwujud, apabila ada sentuhan IPTEK serta kekuatan seluruh stake holder menyatu untuk mensasar program dengan target tertentu dalam bentuk “KONSORSIUM/SINERGI” dan yang tidak kalah pentingnya Pemerintah akan bisa mengatasi ini dengan rasa cinta masyarakat kepada produk pangan nasional. 

Dengan kekuatan kapasitas dan kapabilitas dalam bentuk sinergi ini Insyaallah akan dapat diwujudkan teknologi yang selaras dengan kebutuhan masyarakat, bangsa dan negara. 

Demikianlah sambutan dari saya, Selamat atas terselenggaranya Agrinex Expo 2015.

Wabilahi Taufik Wal Hidayah Wassalamu-alaikum Warohmatullah Wabarakatuh.

Jakarta, 20 Maret 2015

Menteri Riset teknologi dan Pendidikan Tinggi

Mohamad Nasir