Boyolali, 13 Maret 2015

Yang kami hormati: 

Kepala BATAN beserta jajaran,

BUPATI BOYOLALI beserta jajaran,

BUPATI SUKOHARJO beserta jajaran, 

BUPATI KLATEN beserta jajaran,

Dekan Fakults Pertanian UPN Veteran Yogyakarta beserta jajaran;

PP. Kerja beserta jajaran (tuan rumah);• Kelompok Tani binaan BATAN dan binaan PP. Kerja;

Ibu-Bapak, hadirin sekalian ….

Assalamu’alaikum wr. wb., Selamat pagi, Salam sejahtera untuk kita semua

Pertama-tama, mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas berkah dan ridhoNYA pada hari ini kita dapat berkumpul dalam acara panen benih padi varietas Sidenuk dari kelas Benih Dasar (BD)/Foundation Seed (FS) yang ditangkarkan menjadi kelas Benih Pokok (BP)/Stock Seed (SS) oleh PP Kerja bersama dengan penagkar binaan. 

Hadirin yang kami hormati,

Dalam rangka mendukung program Pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan, adalah dengan cara meningkatan kemampuan dalam penguasaan dan penerapan iptek seiring dengan perkembangan ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi. Sudah barang  tentu, banyak tantangan yang harus dihadapi dalam upaya meningkatkan kemampuan iptek nasional. Hal ini dapat diatasi dengan cara meningkatkan kontribusi iptek untuk meningkatkan kemampuan dalam memenuhi hajat hidup terutama kesehatan dasar, energi, dan pangan, serta meningkatkan ketersediaan dan kualitas sumber daya iptek.

Sejalan dengan hal tersebut, BATAN sebagai salah satu LPNK di bawah koordinasi Kementerian Riset,Teknologi dan Pendidikan Tinggi telah berkontribusi nyata dalam mendukung program Pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan melalui litbang iptek nuklir berupa: 21 varietas unggul padi yang dihasilkan dari tahun 1982 hingga tahun 2014. Diantara 21 varietas tersebut, varietas Mira I, Bestari, dan Sidenuk merupakan 3 varietas yang paling banyak ditanam, baik melalui kerjasama BATAN dengan Pemerintah  Daerah, Perguruan Tinggi, Kelompok Tani, maupun dengan pihak swasta.

Berdasarkan diskripsinya, varietas Sidenuk yang dilepas oleh Menteri Pertanian pada tahun 2010 ini  memiliki beberapa keunggulan, antara lain: produktivitas tinggi (potensi 9,1 ton/ha gabah kering giling), rasa nasi pulen, dan beberapa sifat unggul lainnya.  Varietas Sidenuk ini bersama-sama dengan varietas lainnya telah banyak ditanam di berbagai propinsi. Kami berharap, PP. Kerja bersama para penangkar binaan di Jawa Tengah ini akan terus mengembangkan dan menyebarluaskan benih unggul hasil litbang BATAN ini, yang telah terbukti memiliki beberapa keunggulan, agar program Pemerintah untuk mencapi kedaulatan pangan nasional dapat terwujud, yang salah satunya melalui penanaman bibit unggul.

Selain varietas padi, BATAN juga telah menghasilkan beberapa varietas lainnya, yaitu, 10 varietas kedelai [1 diantaranya merupakan kedelai berbiji besar (varietas Mutiara 1), 2 diantaranya merupakan kedelai super genjah umur 68 hari, dan  2 lainnya merupakan kedelai hitam yang cocok untuk bahan daar pembuatan kecap), 3 varietas sorgum, dan 1 tropikal gandum.

Dalam mendukung swasembada pangan, BATAN tidak hanya mengembangkan bibit unggul tanaman pangan, tetapi juga telah berhasil mendapatkan fomula biofertilizer yang bermanfaat bagi penyuburan tanah.

Di bidang peternakan, BATAN juga menghasilkan formula pakan ternak ruminansia berbahan dasar lokal yang berguna untuk penggemukan sapi (sapi pedaging dan sapi perah), kambing dan domba, serta teknologi KIT RIA Progesteron untuk deteksi dini masa birahi dengan tepat. Selain itu juga telah dihasilkan fomula untuk pejantanan ikan dari bahan alami. Ibu-Bapak yang kami muliakan,

BATAN juga mengembangkan suatu program pertanian terpadu yang disebut dengan “bio-cyclofarming” atau integrated “farming”, yaitu suatu gabungan “bertani” dan “beternak”, dimana “kohe” (kotoran hewan) dapat diolah menjadi kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk organik sehingga mengurangi penggunaan pupuk sistetis, sementara itu “damen” dari tanaman padi dapat dijadikan silase untuk persediaan pakan ternak. Program pertanian terpadu semacam ini akan lebih baik lagi apabila pola tanam “padi-padi-pantun” diganti dengan pola tanam “padi-padi-kedelai”. Pemilihan kedelai dimaksudkan untuk memperbaiki aerasi tanah sehingga “mikroba tanah” dapat berkembang lebih baik yang pada akhirnya struktur tanah menjadi lebih baik. Disamping itu tanaman kedelai dapat mengambil nitrogen dari udara yang akan menambah kesuburan tanah.

Mulai tahun ini pemerintah telah mencanangkan pembangunan 100 STP yang merupakan implementasi dari visi presiden RI yang tertuang dalam NAWACITA ke 6 butir 7. Dalam kaitan ini BATAN ditugasi untuk mengambil peran dalam melaksanakan program tersebut di 4 lokasi (1 N-STP di PAIR-BATAN, Jakarta, dan 3 ATP di Klaten, Musi Rawas, Polewali Mandar).  Untuk itu Kami berharap Kabupaten yang dipilih termasuk Perguruan Tinggi terdekat dapat bekerja sama dalam mensukseskan program tersebut.

Ibu-Bapak yang saya hormati,

Sejak 1998, BATAN bekerjasama dengan PEMDA dan Perguruan Tinggi setempat telah mulai mediseminasikan hasil-hasil litbangnya melalui program IPTEKDA (iptek di daerah), terutama di bidang pertanian dan peternakan. Progran tersebut masih terus berlangsung dalam bentuk demo plot untuk menginisaiasi Daerah untuk selanjutnya Daerah dapat mengembangkannya sendiri. Hingga saat ini program tersebut telah dilaksanakan di 23 Propinsi.

Sebagai Lembaga Penelitian tingkat Pusat, kami sadar bahwa BATAN tidak memiliki perangkat dalam hal penyebarluasan hasil-hasil litbangnya, baik SDM maupun dana. Oleh karena itu, kami menyambut gembira dan dengan tangan terbuka lebar manakala Produsen/penagkar Benih seperti PP Kerja mau turut serta dalam “menjemput” produk-produk BATAN dan menyebarluaskan kepada masyarakat. Kerjasama seperti ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak, oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami atas nama Pemerintah Pusat mengucapkan terima kasih kepada pak Bupati Boyolali (tempat PP Kerja), Bupati Sukoharjo (seringkali digunakan sebagai tempat/lahan penangkaran), Badan Pengawas dan Sertifkasi Benih (BPSB) Jawa Tengah dan secara khusus PP Kerja (partner BATAN). Kepada Kepala BATAN, Unit Kerja dan peneliti terkait kami juga mengucapkan terima kasih dan dan teruslah bersemangat dalam meghasilkan karya-karya unggul, tidak hanya di bidang pangan tetapi juga IPTEK nuklir bidang lainnya, dan agar “hilirisasi” litbang iptek nuklir dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dengan harapan mampu meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap pemanfaatan iptek nuklir. Ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi juga kami tujukan kepada sahabat-sahabat kami para petani yang telah memilih dan mempercayai varietas padi BATAN. 

Akhirnya kepada Bapak Bupati Klaten dan seluruh jajarannya serta Perguruan Tinggi terlibat, kami juga mengucapkan terima kasih dan mohon program ATP di Klaten dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dalam rangka mendukung program pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat.

Wabillahi taufiq wal hidayah, 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.  

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi,

Mohamad  Nasir