Jakarta, 11 – 13 Maret 2015Auditorium LIPI, Sasana Widya Sarwono Lt. II

 Bismillahirrahmaanirrahiim, 

Yth. Bapak Muhammad Yusuf Ateh, Ak., MBA, Deputi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas

Aparatur dan Pengawasan KemenPAN & RB

Yth. Ibu Prof. Dr. Dewi Fortuna Anwar, Deputi Seswapres Bidang Politik

Ysh.  Prof. Dr. Ir. Iskandar Zulkarnaen, Kepala LIPI 

Ysh.  Wakil Kepala LIPI  

Yang saya hormati para peneliti, perekayasa dan pejabat fungsional lainnya

Yang saya  hormati para tamu undangan dan hadirin yang berbahagia. 

Assalamua’alaikum Warohmatullohi Wabarakatuh. 

Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua. 

Puji dan Syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat ridho-Nya, kita dapat hadir di sini dalam rangka Rapat Kerja Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Tahun 2015.  Acara Rapat Kerja dengan thema : “Peningkatan Peran LIPI sebagai Lokomotif Ilmu Pengetahuan di Indonesia untuk kesejahteraan bangsa”, saya nilai sangat strategis. Hal ini karena harapan banyak pihak bahwa program program yang akan dilaksanakan pada tahun 2015 ini merupakan fondasi yang kokoh dan berkelanjutan selama 5 tahun ke depan dalam masa kabinet pemerintahan sekarang. Dalam konteks kesinambungan program, maka benang merah antara kegiatan yang  sudah dilakukan dengan kegiatan yang akan dilakukan dimasa mendatang, harus tetap terpelihara baik.

Hadirin yang berbahagiaKementerian Riset, Teknologi dan pendidikan tinggi sesuai dengan tugas dan fungsinya yang diatur dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia no 13 tahun 2015, mengharapkan bahwa dari rapat kerja nasional ini akan dirumuskan tidak saja program- program yang akan dilaksanakan tapi juga mampu merumuskan berbagai hal mendasar sehingga koordinasi dan sinkroniasi pelaksanaan kebijakan dibidang kelembagaan, sumberdaya dan penguatan riset serta pengembangannya maupun penguatan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diwujudkan secara optimal. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yang dikenal luas masyarakat dengan sebutan LIPI, sebagai salah satu institusi tertua dalam bidang iptek di Indonesia, merupakan salah satu pilar utama yang diharapkan berkontribusi secara optimal dalam rencana capaian yang sudah ditetapkan oleh Kemenristekdikti.  Berdasarkan perpres tentang Kementerian ristek dikti yang terdiri dari 5 dirjen :

1. Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan;

2. Dirjen Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi;

3. Dirjen Sumber Daya Ilmu  Pengetahuan, Teknologi  dan  Pendidikan  Tinggi;  

4. Dirjen Penguatan Riset   dan  Pengembangan;  

5. Dirjen Penguatan Inovasi, bersama dengan inspektorat dan sekjen, struktur tersebut diharapkan menopang program-program yang akan kita laksanakan sehingga indeks daya saing kita meningkat menjadi rangking 26 pada tahun 2019 dibanding posisi kita yang berada pada rangking 30 saat ini.  Demikian juga dengan index perguruan tinggi kita masuk dalam peringkat 56 dunia pada tahun 2019 dari posisi kita sekarang pada peringkat 60. Kita juga merencanakan untuk meningkatkan jumlah paten terdaftar, jumlah publikasi internasional dan jumlah prototype teknologi tepat guna masing-masing sebesar 2305 paten, 1209 publikasi internasional dan 1081 prototype pada tahun 2019 dari yang kini kita miliki pada tahun 2015 berturut-turut sebesar 1550 paten, 5008 buah publikasi ilmiah dan 530 buah prototype. Dalam pengembangan SDM kita, kemenristekdikti  mengharapkan bahwa pada tahun 2019, jumlah dosen kita yang berkwalifikasi S3 mencapai 35.000 orang dan SDM litbang kita dengan kwalifikasi yang sama mencapai 3738 orang.  Sejalan dengan itu pula kita merencanakan untuk merevitalisasi sarana dan prasarana litbang dan pendidikan sebanyak 145 buah pada akhir tahun 2019. Lembaga-lembaga litbang kita juga perlu diperkuat sehingga pada akhir tahun 2019 kita memiliki 100 Science technopark, 50 pusat unggulan inovasi serta 7 perguruan tinggi kita masuk dalam 500 perguruan tinggi terbaik di dunia. 

Hadirin yang saya hormati,

Dari uraian yang telah saya sampaikan diatas, mengharuskan kita untuk bekerja secara bersama- sama  sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik. Dalam rapat kerja tahun 2015 ini,  saya mengharapkan agar dirumuskan berbagai hal penting tidak saja kesinambungan program tapi juga hal-hal mendasar lainnya seperti mekanisme sinergy dan koordinasi antar stakeholder iptek termasuk dengan perguruan tinggi, dunia usaha dan pemerintah daerah.  Mekanisme koordinasi tersebut sangat penting dilakukan karena akan menjadi dasar-dasar kebijakan kedepan dalam rangka merefokusing program  di masing stakeholder sehingga tumpang tindah masing-masing tugas dan fungsi lembaga dapat diminimalisir.  Selain itu melalui mekanisme koordinasi ini maka pemanfaatan semua sumberdaya yang kita miliki dapat dimanfaatkan secara optimal.  Saya juga mengharapkan agar didiskusikan mengenai mobilitas SDM peneliti kita untuk ikut serta mempercepat hilirisasi berbagai prototype hasil riset kita sehingga hasil-hasil riset yang kita peroleh betul betul dapat dinikmati oleh masyarakat baik dari sisi ekonomi maupun sebagai wahana untuk peningkatan kemampuan masyarakat dalam  memanfaatkan iptek sebagai sumber kesejahteraan bagi mereka. 

Hadirin yang saya hormati

Apabila hal-hal tersebut dapat dirumuskan dengan baik dalam rapat kerja ini, maka hal tersebut kiranya menjadi solusi bagi bangsa ini untuk bergerak dari negara berpendapatan menengah menjadi negara maju. Kita tidak akan menjadi penonton tapi menjadi pelaku utama dalam era komunitas Masyarakat Ekonomi Asean. Pembangunan yang kita laksanakan akan menghilangkan kesenjangan kesejahteraan masyarakat dan akan menghasilkan lingkungan yang sustain untuk kita wariskan pada anak cucu kita. Karena itu prinsip yang harus kita anut adalah penerapan pembangunan yang cerdas, inovatif  dengan mengedepankan aspek inklusivitas dan keberlanjutan atau pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan.  Dalam rangka mencapai ekonomi dan masyarakat yang berbasis pengetahuan (knowledge-based economy/society), peran lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, menjadi sangat  sentral.Peningkatan daya saing kita tidak bisa hanya bertumpu pada kekayaan sumberdaya alam semata yang kita miliki tapi lebih ditentukan oleh upaya-upaya kreatif dan inovatif. Penguatan inovasi yang merupakan agenda penting bagi peningkatan daya saing bangsa membutuhkan sinergy, koordinasi dan sinkronisasi dari semua aktor sehingga hilirasi riset kita dapat dirasakan masyarakat

Hadirin sekalian 

Pada Kesempatan ini, kami mengapresiasi setinggi-tinginya dan mengucapkan terimakasih bagi LIPI dan jajarannya atas pelaksanaan rakernas ini.  

Saya berharap setelah raker ini program-program dapat segera dilaksanakan dan berbagai kebijakan yang dicanangkan dapat disempurnakan bersama-sama dengan stakeholder terkait lainnya untuk menjadi sebuah kebijakan yang diacu secara nasional.  

Demikian sambutan saya,

bilahi taufik walhidayahWassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barokaatuhTerimakasih,

Menteri Riset,Teknologi dan Pendidikan Tinggi 

Mohamad Nasir