Cikarang, 29 Januari 2015

Yang saya hormati,

Direktur Utama PT Dexa Medica dan jajarannya

Para Pejabat Eselon I Kemenristek dan jajarannya

Para peneliti dan karyawan, serta tamu undangan lainnya.

Assalamualaikum warrahmatullahi

wabarrakatuh.Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat karunia yang telah dilimpahkanNya, sehingga kita semua dapat menghadiri acara yang penting ini dalam keadaan sehat wal afiat. Terima kasih saya ucapkan kepada Direktur PT Dexa Medica yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk memberikan Pengarahan di depan para karyawan PT. Dexa Medica group, peneliti, dan hadirin semua yang hadir untuk menyaksikan Penanda Tanganan MoU dan Perjanjian Kerjasama dengan PT. Dexa Medica dengan Kemenristekdikti.

Hadirin yang saya hormati,Industri Farmasi di Indonesia saat ini masih bertumpu pada kekuatan pada produk farmasi formulasi akhir, dan bagian terbesar bahan baku farmasi dan pelengkapnya seperti bahan pembantu, pengemas dan lain-lainnya masih import. Sementara Indonesia terkenal akan kekayaan sumber hayatinya, baik itu sumber dari darat, maupun maritime, yang berupa tumbuhan, hewan dan mikroba. Sebagian industri farmasi nasional sudah melakukan penelitian dan pengembangan bahan baku farmasi, namun kontribusinya relatif masih kecil. Untuk itu Kementrian Riset Teknologi dan Dikti berusahan untuk meiningkatkan kontribusi hasil-hasil riset dari Kementrian Riset Teknologi dan Dikti, entah dari LPNK maupun Universitas, yang jumlahnya banyak sekali, dievaluasi dan dikembankan lebih lanjut untuk pemanfaatannya di industri. Sudah tepat kiranya saat ini titik berat riset dari Kementrian kita saat ini adalah hilirisasi hasil-hasil riset.

Hadirin yang saya hormati,Sebagaimana tercantum dalam RPJPN 2005-2025, Pemerintah Indonesia telah menetapkan visi pembangunan nasional “INDONESIA YANG MANDIRI, MAJU, ADIL DAN MAKMUR”, dimana Pembangunan Iptek diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan dan energi; penciptaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi; penyediaan teknologi transportasi, kebutuhan teknologi pertahanan, dan teknologi kesehatan; serta pengembangan teknologi material maju. Khusus dalam bidang kesehatan, Kebijakan Strategis Pembangunan Nasional Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Tahun 2010-2014 telah menetapkan empat kelompok fokus, yaitu Gizi, Pengendalian Penyakit, Pengembangan Obat/bahanbaku farmasi, dan Teknologi Alat Kesehatan. Secara lebih spesifik lagi, dalam Rakornas Ristek tahun 2011, para peneliti dan pemangku kepentingan bidang kesehatan telah bersepakat untuk memusatkan kegiatan penelitian pengembangan bioteknologi bidang kesehatan kepada pengembangan biologi molekuler antara lain pengembangan “biosimilar”, antibodi monoclonal, bioactive protein/peptide, sel punca, vaksin dan produk-produk herbal indigenous Indonesia,  melalui pendekatan biologi molekuler dan “translational research”. Agar kegiatan penelitian dapat menghasilkan produk-produk yang dibutuhkan masyarakat dalam waktu yang relatif lebih singkat, dibutuhkan koordinasi, harmonisasi, dan sinergi antara para pelaku penelitian/pengembangan dan pihak industri. Untuk itu Kementerian Ristek dan Dikti sangat mendorong kerjasama dengan semua pemangku kepentingan terutama dengan industri, sehingga semua sumber daya, dana, sarana, dan waktu dapat digunakan untuk hilirasi hasil-hasil riset secara lebih efektif dan efisien. Program-program Pusat Unggulan, Riset Sistem Inovasi Nasional, Sistem Inovasi Industri, KNAPP serta program lainnya ditingkatkan untuk tujuan tersebut.

Hadirin yang saya hormati,Kualitas atau mutu hasil-hasil riset di LPNK dan Perguruan Tinggi sangat penting untuk ditingkatkan sehingga bisa bersaing secara global. Indonesia terus berangan-angan supaya para peneliti dan generasi muda ke depan ada yang bisa menjadi Noble Laureate. Salah satu caranya adalah diadakannya sistem Post Doctoral Research seperti yang biasa dijalankan di universitas-universitas dan lembaga riset terkemuka di dunia. Post-doctoral ini sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas riset serta sumber dayanya terutama sumber daya manusia. Dalam kesempatan ini saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada P.T. Dexa Medica, yang secara berani mengawai Kerjasama Riset Post Doctoral dengan Kementrian Riset Teknologi dan Dikti. Kami persilahkan untuk bermusyawarah bersama, membuat sistem yang sesuai dan efisien, sehingga riset makin produktif, hasil riset makin bermutu tinggi, sehingga apabila dihilirisasi dimanfaatkan oleh industri bisa memberi nilai tambah yang sangat tinggi dan berharga, untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia. Semoga program post-doctoral ini berkembang dengan baik di Indonesia.

Hadirin yang saya hormati,Sebelum saya mengakhiri pengarahan ini, saya ingin mengajak seluruh pemangku kepentingan dalam pengembangan obat untuk meningkatkan kerja sama dan kinerjanya dalam upaya memenuhi kebutuhan obat bermutu, yang pada gilirannya akan meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, bangsa dan Negara. Saya berharap kerja sama ini dapat memberikan hasil yang nyata, sekaligus menggalang komitmen bersama dalam segala komponen, agar tujuan Pembangunan Iptek dan Pembangunan Kesehatan segera dapat sama-sama tercapai. Semoga upaya kita selalu mendapat ridha Allah SWT. Terima kasih atas perhatian yang telah diberikan.Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi,

Muhamad Nasir