Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015–2019, pembangunan Science Techno Park (STP) berbasiskan keunggulan produk daerah menjadi program jangka pendek pemerintah (Quick Wins), dimana pembangunan STP harus didasarkan kepada inovasi produk daerah dan harus berpengaruh langsung terhadap peningkatan kesejahteraan penduduk lokal.

Pembangunan techno park ini memiliki fungsi sebagai center of excellence (kerjasama dunia usaha/swasta-Pemerintah-Perguruan tinggi) yang dimaksudkan untuk memperkuat daya saing industri manufaktur nasional yang fokus pengembangannya disesuaikan dengan potensi sektor yang sedang berkembang di kabupaten/kota terkait.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Kaur , Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir menyampaikan rasa optimisme-nya akan kemajuan di Kabupaten Kaur di masa mendatang. “Mudah-mudahan dengan adanya technopark nanti kita bisa  terintergrasi dalam pengembangan teknologi yang bisa bermanfaat bagi masyakrakat, “ ujar M Nasir.

“Dengan adanya ini yang kita kembangkan lebih lanjut adalah Akademi Comunitas. Dengan adanya Academy Comunitas bisa mendukung sumber daya yang diperlukan pada techno park–technopark yang dibangun  di Kaur ini,”  kata M Nasir di sele-sela kunjugannya ke Kabupaten Kaur, pada  Minggu, 23 Maret 2015.

Lebih lanjut M Nasir mengatakan ada beberap sentra  yang dimiliki di Kaur  dari hulu sampai ke processing  dan hilirnya, dan tampak cukup baik yang perlu dipikirkan oleh Gubernur dan Bupati  terkait masa depannya setelah teknologi yang sudah dimiliki masyarakat Kaur.  Kemudian juga dipikirkan aspek pemasaran berikutnya, dan menjadi kewajiban pemerintah untuk memediasi dunia usaha yang bisa menyalurkan hasil-hasil yang telah diciptakan untuk masyarakat yang dekat dengan techno park di Kaur ini.

Dalam acara ini turut dihadiri oleh Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamzah, Deputi Bidang Kelembagaan Iptek Kemenristekdikti, Mulyanto; Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat , Agus Subekti; Asisten Deputi Pengembangan dan Kelembagaan Kementerian Ristek dan Dikti, Lukito Hasta; dan Staf Khusu Menristekdikti, Anwar Sanusi. (md/humasristek)