Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir melakukan kunjungan  kerja ke Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman pada Jumat, 9 Januari 2015. Kunjungan ini adalah pertama kali Menristekdikti ke LBM Eijkman. Dalam kunjungannya Menristekdikti disambut langsung oleh Direktur LBM Eijkman, Amin Soebandrio beserta para ilmuwan dan staf LBM Eijkman.

Dalam kunjungannya, Direktur Lembaga Eijkman beserta jajarannya menjelaskan kepada Menristekdikti mengenai LBM Eijkman mulai dari awal berdirinya sampai dengan prestasi-prestasi yang telah diraihnya. Salah satu prestasinya adalah keberhasilan menguak identitas dari pelaku bom bunuh diri di Indonesia menggunakan identifikasi data genetik. Selain itu Menristekdikti juga berkeliling LBM Eijkman mengunjungi laboratorium-laboratorium yang ada.

Pada kunjungan tersebut Menristekdikti mengungkapkan beberapa saran dan harapannya mengenai LBM Eijkman. Menristekdikti mengatakan bahwa LBM Eijkman harus memiliki kapasitas untuk dapat menghasilkan dan mengolah dana lembaga, salah satunya dengan cara bekerjasama dengan lembaga lainnya di luar negeri. Ilmuwan harus mampu berkontribusi untuk meningkatkan nilai ekonomi bangsa dengan mengembangkan rencana bisnis setiap badan riset. Menristekdikti juga mengatakan bahwa pentingnya mempertimbangkan kerangka kelembagaan yang paling sesuai untuk LBM Eijkman.

Kedepannya, Menristekdikti berharap agar LBM Eijkman dapat menjadi pusat unggulan terkemuka di bidang biologi molekuler dan pengembangan sumber daya manusia, baik itu di tingkat nasional ataupun internasional. Ditegaskan pula oleh Menristekdikti bahwa diperlukan pembaharuan perlengkapan laboratorium LBM Eijkman agar tidak tertinggal teknologinya, mengingat  kecepatan kemajuan teknologi di dunia.

Dalam acara ini turut dihadiri Sekretaris Menristek, Hari Purwanto; Staf Ahli Menristek Bidang Kesehatan dan Obat, Broto Sugeng Kardono; Asisten Deputi Investasi Iptek, Wisnu Sardjono Soenarso;  Kepala Biro Hukum dan Humas, Agus Sediadi; dan Kepala Bagian Humas dan Protokol, Wisono. (flh/humasristek)