Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP Iptek) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) ikut berpartisipasi dalam kegiatan Perkemahan Regu Penggalang Ma’Arif Nahdlatul Ulama Nasional (PERGAMANAS) di pondok pesantren KHAS-Kempek Cirebon pada Kamis 8 Januari 2015. Kegiatan yang memupuk dan membangkitkan jiwa nasionalisme bagi 3980 peserta juga diharapkan dapat membangun karakter bangsa Indonesia melalui pemuda.

Dalam kegiatan ini PP-IPTEK berkontribusi dalam kegiatan Science for All yang diisi oleh bincang teknologi popular/semiloka, demo sains interaktif dan demo Roket Air. PP Iptek juga menyerahkan 2 set lengkap peluncur roket air kepada pengurus pondok pesantren KHAS Kempek yang diserahkan oleh Deputi Bidang Relevansi dan Produktivitas Iptek Agus Puji Prasetyono. Turut hadir di Ponpes KHAS Kempek antara lain  Asisten Deputi (Asdep) Iptek IKM, Hadirin; Asdep Iptek Masyarakat Ahmad Dading, Asdep Jaringan Iptek Pusat dan Daerah Sadiyatmo, Asdep Relevansi Program Riset Iptek, Santosa Yudo W; Asdep Produktivitas Riset Iptek Industri, Hotma Tua D; Asdep Produktivitas Riset Iptek Masyarakat, Ira Nurhayati; dan Direktur PP-IPTEK, Ari Hendrarto.

Dalam pernyataannya pada acara semiloka/bincang teknologi populer, mewakili Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Agus Puji Prasetyono mengatakan bahwa cinta tanah air semakin memiliki urgensi agar nilai-nilai keindonesiaan kita tidak tercabut. Para penggalang peserta kegiatan diharapkan semakin kreatif dan mampu menjadi pelaku teknologi, tidak hanya menjadi pengguna teknologi. Dipaparkan pentingnya menguasai teknologi, mulai dari teknologi pertanian, teknologi pangan, teknologi kesehatan sampai dengan teknologi roket. Peserta semakin antusias pada sesi tanya jawab, dan pada beberapa pertanyaan yang bagus, PP Iptek menyiapkan hadiah menarik.

Sesi semiloka/bincang teknologi popular dilanjutkan dengan pertunjukan demo sains oleh tim PP Iptek. Disinilah para peserta mendapatkan banyak sekali pembelajaran sains dan pemahaman bahwa mempelajari sains itu tidaklah selalu rumit. Sains, ternyata dapat dipelajari sambil bermain, agar selalu dapat dipahami dengan lebih detil dan selalu diingat, karena fenomena yang telah ditampilkannya. Akhirnya sesi terakhir dari Science for All adalah demo roket air. Para peserta diberikan pembelajaran bagaimana membuat roket air, dijelaskan prinsip prinsip yang terkandung dalam kontes roket air, serta cara kerja peluncur/launcher roketnya. Dalam penjelasannya, tim PP Iptek mengutarakan bahwa kegiatan roket air ini telah dilombakan ditingkat daerah, nasional bahkan tingkat internasional. Bahkan dalam pengantarnya, Agus Puji Prasetyono menyatakan dalam Roket Air dan launcher-nya terkandung rekayasa iptek khususnya bagaimana menciptakan kreasi dan inovasi di bidang pembelajaran sains kedirgantaraan. (ahs-pp iptek/humastistek)