Pada tahun 2015 Indonesia menghadapi implementasi  Masyarakat  Ekonomi Asean (MEA). Tantangan dan peluang di MEA akan menguji kesiapan daya saing dan produktifitas bangsa Indonesia. Pendidikan Tinggi di Indonesia perlu menyiapkan generasi muda yang professional dan berdaya saing agar dapat menjadikan bangsa Indonesia pemenang dalam persiapan persaingan ekonomi bebas didalam negeri ini.

MEA dapat menjadikan malapetaka bagi bangsa Indonesia bila pemerintah dan para stakeholder seperti Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) tidak bekerjasama untuk meningkatkan daya saing dan produktifitas bangsa Indonesia.

APTISI yang mewakili 90 persen dari perguruan tinggi di Indonesia dengan melayani lebih dari 70 persen mahasiswa di Indonesia dan mengkaryakan lebih dari 70 persen dosen di Indonesia siap untuk memberi kontribusi bagi pemerintah dalam tugas pemerintah menyiapkan sumber daya manusia Indonesia agar mempunyai daya saing yang kuat untuk menghadapi tantangan MEA serta meraih peluang yang maksimal dari MEA sehingga nilai tambah pembangunan dapat di raih oleh Bangsa Indonesia.

Dalam konteks menghadapi tantangan MEA bagi Civitas Akdemika di seluruh Indonesia, APTISI  menyelenggarakan “Higher Education Stakeholder Dialog” dengan tema “Solusi Kebijakan Pendidikan Tinggi untuk Tercapainya Daya Saing Bangsa Indonesia di Era MEA, bertempat di Hotel Century Park, pada Kamis, 08 Januari 2014.

Dalam dialog ini Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir mengatakan akan memberikan kebijakan, terutama di sektor pendidikan tinggi yang akan melahirkan generasi muda agar bisa kompetitif dalam persaingan bebas.

“Oleh kerena itu, langkah dalam masal lima tahun kedepan untuk Kementerian, Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi akan hapuskan dikotomi antara perguruan tinggi swasta dan negeri, ” ujar Menterristekdikti, M Nasir.

Lebih lanjut, M Nasir mengatakan Kementerian Ristek dan Dikti akan terus mendorong hasil riset perguruan tinggi, baik dari negeri dan swasta yang dilanjutkan dengan publikasi riset tersebut ke dalam jurnal-jurnal. Untuk itu para generasi bangsa itu akan dibina, sehingga berdampak pada peningkatan kualitas daya saing dengan negara lainnya.

Tujuan dari dialog ini adalah untuk menerima masukan dari pimpinan perguruan tinggi swasta serta mengajukan saran bagi para pengambil kebijakan di pemerintahan baik di eksekutif, legislatif maupun stakeholder lainnya yang terkait dengan pendidikan tinggi. Di harapkan dari dialog ini dapat menjadi masukan dan landasan bagi para pengambil kebijakan untuk dapat menyesuaikan berbagai kebijakan  dan regulasi supaya pendidikan tinggi di Indonesia menjadi key success factor atau faktor utama sebagi penentu berhasilnya bangsa Indonesia menjadi pemenang di era MEA.

Dalam acara ini juga turut dihadiri oleh, Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia, Edy Suandi Hamid, Sekretaris Jenderal APTISI, Suyatno; Staf Khusus Menteri Ristek dan Dikti, Wahid Maktub; dan Kepala Biro Hukum dan Humas Kemenristek, Agus Sediadi. (humasristek)