Sejalan dengan upaya pemerintah dalam penjaminan mutu kualitas pendidikan tinggi, masyarakat profesi kesehatan yang terdiri dari asosiasi institusi pendidikan dan organisasi profesi bidang kedokteran (AIPKI dan IDI), kedokteran gigi (AFDOKGI dan PDGI), bidan (AIPKIND dan IBI), perawat (AIPNI dan PPNI), gizi (AIPGI dan PERSAGI), farmasi (APTFI dan IAI), dan kesehatan masyarakat (AIPTKMI dan IAKMI) telah menyepakati pendirian Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) pada Desember 2011. Selanjutnya, kesepakatan tersebut dikukuhkan dalam bentuk Badan Hukum Perkumpulan LAM-PTKes Indonesia melalui Keputusan Menteri Hukum dan HAM No. AHU – 30.AH.01.07.Tahun 2014 dan mendapatkan pengakuan dari Mendikbud berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.291 Tahun 2014.

Pada hari Kamis tanggal 12 Februari 2015, Menristekdikti Bapak M. Nasir resmi meluncurkan LAM-PTKes di Ruang Sidang Utama Lantai 3 Gedung D Dirjen Dikti. LAM-PTKes merupakan LAM yang pertama berdiri dan bentuk komitmen serta kontribusi nyata dari partisipasi aktif masyarakat profesi kepada NKRI, terutama dalam Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) pendidikan tinggi kesehatan. LAM-PTKes menjadi mitra pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menumbuhkan budaya peningkatan mutu pendidikan tinggi kesehatan yang berkelanjutan sehingga dapat memenuhi tantangan globalisasi, dan harmonisasi sistem pendidikan dengan sistem pelayanan kesehatan.

“Pada dasarnya, pemerintah mengawal, mendampingi, dan menginisiasi model LAM-PTKes sebagai LAM masyarakat, serta melibatkan BAN-PT dalam proses pengembangan sistem akreditasi. Ini akan menjadi acuan bagi perguruan tinggi yang memiliki program studi kesehatan untuk menjaga kualitas pendidikan,” ujar M. Nasir.

Ketua Pengurus LAM-PTKes, Usman Chatib Warsa, menyatakan bahwa tujuan akreditasi oleh LAM-PTKes bukan hanya untuk memberikan status dan peringkat akreditasi program studi saja, tetapi utamanya untuk menumbuhkan kesadaran, motivasi, dan langkah-langkah konkret yang akhirnya bermuara pada budaya peningkatan mutu berkelanjutan.

LAM-PTKes diharapkan dapat menjadi piloting untuk LAM bidang ilmu lainnya dan dapat menjalin kerjasama dengan jejaring internasional sistem penjaminan mutu/akreditasi, sebagai bentuk partisipasi aktif Indonesia dalam kancah global. (flh/humasristek)