Saat ini Indonesia berupaya meningkatkan standar pendidikannya sehingga manyamai dan melebihi standard pendidikan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Dari 65 negara yang berada dalam peringkat pendidikan global PISA tahun 2012, Indonesia menduduki peringkat ke 64 untuk pendidikan di bidang matematika dan sains. Di tingkat universitas, hanya 3 universitas di Indonesia yang mampu bertengger ke dalam 400 universita terbaik secara global. Bahkan, belum ada  satupun universitas yang mampu masuk ke dalam 100 universitas top di Asia atau global.

Sementara itu, Indonesia saat ini menghadapi arus globalisasi dimana arus modal, tenaga kerja dan keterampilan semakin menuntut bangsa ini dan masyarakatnya bersaing dalam ekonomi tingkat global dan  regional. Dalam 10 tahun ke depan, 80 % lapangan pekerjaan di Indonesia membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi kuat dibidang sains, teknologi, teknik dan matematika.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir  mengatakan, ke depan Indonesia harus bangkit dalam kertertinggalan masalah pendidikan tinggi yaitu khususnya dalam masalah peningkatan kualitas risetnya, dimana yang selama ini dikembangkan di Indonesia rata-rata adalah riset yang menghasilkan publikasi.

“Nah kalau riset hanya sampai publikasi jangan sampai berhenti disitu saja karena biaya riset itu tidak sedikit tetapi besar, dengan biaya  besar itu bagaimana manfaat bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu kita harus hilirisasi dan komersialisasi dari hasil-hasil riset ini dengan dunia usaha sehingga manfaat itu bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” kata Menristekdikti pada saat setelah launching Sampoerna School System, pada Selasa, 10 Februari 2015 di Kantor Sampoerna.

Sementara Sampoerna sudah memberikan informasi banyak tentang  pendidikan, saya mendukung baik sebagai pemerintah sebagai Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi atas inisiasi Sampoerna untuk mencoba melakukan kerjasama ini, apalagi penerapan teknologi yang diterapkan adalah menggunakan advance technology (teknologi maju), nanti ke depan bisa dimanfaatkan pada perguruan tinggi lain dimana perguruan tinggi yang lain itu juga punya sumber daya tetapi barangkali lembaganya yang sangat terbatas kemampuannya.

“Diharapkan Sampoerna School ini ke depan memberikan wawasan bagi bangsa Indonesia, khususnya anak bangsa untuk mencoba melakukan studi diantara pilihannya yang ada di Sampoerna University. Dengan demikian, Sampoerna University mencoba menawarkan program-program yang saya rasa sebagai pemerintah saya sangat mendukung baik dan ada upaya-upaya mencerdaskan anak bangsa,” tutup Menristekdikti, M Nasir. (md/humasristek)