Bertempat di Megaland Hotel Solo, pada 26 Nopember 2015 telah dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Sinergi Penelitian, Pengembangan, dan Rekayasa Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam bidang Teknologi Informasi Komunikasi (TIK).  Penandatangan tersebut adalah dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, diwakili Direktur Sistim Inovasi, Ditjen Penguatan Inovasi (Dr. Ophirtus Sumule, DEA); BPPT diwakili Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi  (Dr. Dipl. Ing. Michael Andreas Purwoadi, DEA); Kepala Balitbang Prov. Jawa Tengah (Ir. Tegoeh Wynarno Haroeno, MM); Kamar Dagang dan Industri Indonesia diwakili oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Prov. Jawa Tengah (Kukrit Suryo Wicaksono);  Direktur Inkubator Kreasi dan Inovasi Telematika Semarang (IKITAS) (Mustafa, ST, MM, M.Kom); Direktur Bandung Techno Park (BTP) (Ir. Jangkung Raharjo, MT.); Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Telekomunikasi Indonesia diwakili oleh Executive General Manager Divisi Digital Service (Ir. Arief Musta’in).

 

Nota Kesepahaman ini dimaksudkan sebagai upaya untuk memanfaatkan, mengoptimalkan, mensinergikan dan memberdayakan sumber daya yang dimiliki para pemangku kepentingan, dalam bentuk kerjasama penelitian dan pengembangan di Bidang TIK, khususnya pemanfaatan “Konvergensi Teknologi TV Digital, Smart City, Internet of Things dan Indusri Kreatif berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi”.

 

Tujuan Nota Kesepahaman ini adalah perluasan dan pengembangan serta penguasaan teknologi Bidang TIK, khususnya pemanfaatan “Konvergensi Teknologi TV Digital, Smart City, Internet of Things dan Indusri Kreatif berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi” terkini; Mewujudkan kemandirian bangsa di Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi melalui peningkatan kemampuan penelitian, pengembangan dan perekayasaan Iptek serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM);  Mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. Nota Kesepahaman yang berlaku selama 1 tahun, disepakati bahwa paling lambat 6 (enam bulan) setelah Nota Kesepahaman ditandatangani, akan ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerjasama antar pihak pihak yang terlibat.

 

Dalam sambutannya Dr. Ir  Ophirtus Sumule DEA menyatakan bahwa, “Nota Kesepahaman ini merupakan langkah penting untuk mewujudkan sinergi diantara pemangku kepentingan guna mendorong tercapainya produk-produk inovasi khususnya dalam Bidang TIK.”  Sementara itu Teguh Wynarno Haroeno, Kepala Balitbang Prov. Jawa Tengah menekankan, bahwa implementasi teknologi  IT saat ini memegang peranan penting dalam seluruh sektor dan menjadi ukuran daya saing suatu bangsa.

 

Pada kesempatan ini diadakan pula acara Match Making pengembangan teknologi dan bisnis di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Dimana para pemangku kepentingan (ABG) hadir untuk mensinkronisasikan peran dan masing-masing pemangku kepentingan dalam perspektif penguatan Sistim Inovasi Daerah. (humas/djpi)