Mahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines) kembali mengukir prestasi. Kali ini mahasiswa jurusan Teknik Sipil Polines yang tergabung dalam tim Busur Sipondra dengan nama jembatan “Wartasari Bridge” berhasil meraih juara I Kategori Jembatan Busur Pejalan Kaki dalam ajang Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) XI 2015 yang diselenggarakan di kampus Universitas Kristen Maranatha, Bandung, akhir pekan lalu. Polines merupakan satu-satunya wakil perguruan tinggi asal Jawa Tengah yang tampil dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dengan Universitas Kristen Maranatha Bandung sebagai pelaksana kegiatan.

Dalam KJI ini dikompetisikan 3 kategori jembatan. Yakni, Jembatan Rangka Baja Jalan Raya, Jembatan Rangka Baja Canai Dingin Pejalan Kaki dan model Jembatan Bentang Panjang (Jembatan Busur) Pejalan Kaki. Masing-masing kategori diikuti 8 tim peserta.

Tim beserta rombongan sesampainya di Semarang disambut langsung oleh Direktur dan Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan, di kampus Polines, Tembalang, Senin (23/11). Direktur Polines, Ir. Supriyadi, MT mengatakan kemenangan ini menambah daftar juara yang diraih mahasiswa Polines di penghujung tahun 2015 ini. “Terus berprestasi dan pertahankan prestasi ini,”ujarnya. Mempertahankan prestasi, lanjutnya, dengan melakukan kaderisasi yang baik bagi anggota tim. Ilmu dan pengalaman dari tim sebelumnya dapat disampaikan kepada tim selanjutnya.

Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Polines, Poniman, SE, MSi , mengatakan dalam Kontes Jembatan Indonesia XI 2015 ini, ada 2 tim Polines yang lolos sebagai finalis. Yakni tim untuk kompetisi jembatan baja dan tim jembatan busur pejalan kaki. “Kami bersyukur satu tim lolos sebagai juara,’ungkapnya bangga.

Tim Busur Sipondra, terdiri dari Rachmaditya Rizqiwietama (Ketua) dengan anggota Roman Safi’i dan Muhammad Rindho. Dengan dosen pembimbing, Triwardaya, ST, MT. Ketua Tim, Rachmaditya mengaku bersyukur atas prestasi yang telah diraih timnya. “Kami nggak menduga bisa meraih juara pertama,”ungkapnya. Target awal kami sebenarnya bisa meraih juara sub kategori saja sudah baik. Juara I Polines, Juara II ITB dan Juara III PNJ.

Dalam lomba ini tim harus membuat model jembatan bentang panjang (Jembatan Busur) pejalan kaki. Jembatan Busur yang dikompetisikan adalah purwarupa jembatan busur sebenarnya dengan bentang 132 m, dan memiliki lebar lantai jembatan 7 m. Model jembatan merupakan representasi yang dibuat lebih kecil dari ukuran jembatan yang sebenarnya dengan skala 1:100 yang terbuat dari rotan dan tripleks atau kombinasi dari material. Dalam kompetisi ini fator yang dinilai juri adalah Kriteria penilaian didasarkan atas unsur kekokohan/kinerja struktural, terindah, dan kesesuaian antara implementasi dengan rancangan awal (Humas-Polnes).