Dalam acara puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2015 di Batam pada hari Senin, 9 Februari 2015, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir menandatangani Kesepakatan Bersama dengan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Margiono dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Kesepakatan tersebut  dibuat sebagai dasar untuk mendirikan sekolah formal jurnalistik pertama di Indonesia, yang akan dibangun di Semarang.

Menurut Menristekdikti, tujuan didirikannya lembaga pendidikan formal untuk profesi jurnalisme adalah untuk meningkatkan proefesinalisme para wartawan. “Berita yang kurang berkualitas dan tidak berimbang lazimnya diakibatkan oleh kurangnya pemahaman wartawan terhadap profesi jurnalis itu sendiri,” ujar Menristekdikti.

Sementara itu, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla yang hadir pada peringatan HPN tersebut berharap agar ke depan pers dapat lebih obyektif dan makin profesional sebagai salah satu pilar demokrasi yang memperkuat penyelenggaraan negara. “Sesuai dengan tema HPN tahun ini, Pers Sehat Bangsa Hebat, maka pers harus menjadi mata dan telinga yang obyektif dan menjadi pemersatu bangsa,” ujar Wapres RI.

Turut hadir dalam acara ini Ketua MPR, Zulkifli Hasan; Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo; Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara; Ketua Dewan Pers, Bagir Manan dan puluhan Gubernur, Bupati dan Walikota. Kegiatan HPN yang digelar setiap tahun pada tanggal 9 Februari merupakan hari yang istimewa bagi seluruh insan pers di Indonesia, yang peringatannya diisi dengan berbagai kegiatan lomba, seminar hingga pameran. (mnw/humasristek)