Presiden Republik Finlandia, Y.M. Sauli Niinistö dan Ibu Negara Jenni Haukio melakukan kunjungan kenegaraan selama tiga hari ke Indonesia pada tanggal 2-4 November 2015. Presiden Sauli Niinistö dan Ibu Jenni Haukio tiba di Jakarta pada Senin malam hari (2/11/2015). Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Menristekdikti RI) Y.M. Mohamad Nasir, selaku Minister-in-Attendance; bersama Duta Besar RI untuk Finlandia, Y.M. Elias Ginting dan istri; Gubernur Propinsi Banten; beserta pejabat penyambut lainnya, menyambut Presiden Sauli Niinistö dan Ibu Jenni Haukio di Ruang VVIP Bandara Soekarno-Hatta. Pada kunjungan ini, Presiden Sauli Niinistö didampingi oleh Menteri Luar Negeri Finlandia dan 11 perwakilan perusahaan dari sektor energi bersih dan efisien, infrastruktur, dan manajemen pelabuhan, demikian juga dari sektor teknologi komunikasi dan informasi.

Hari Selasa (3/11/2015), setelah acara makan siang, Presiden Sauli Niinistö didampingi oleh Menteri Mohamad Nasir berangkat ke Istana Merdeka untuk upacara penyambutan kenegaraan. Presiden Republik Indonesia, Y.M. Joko Widodo menyambut Presiden Sauli Niinistö dengan serangkaian penyambutan, termasuk penembakan meriam sebanyak 21 kali. Setelah acara penembakan meriam selesai, Presiden Sauli Niinistö didampingi berdampingan dengan Presiden Joko Widodo, melakukan tradisi berjalan sejajar di karpet merah menuju Credentials Hall untuk menandatangani buku tamu. Presiden Joko Widodo dan Presiden Sauli Niinistö kemudian menuju ke beranda Istana Negara. Di sana, kedua kepala Negara ini tampak berbicara santai selama beberapa menit. Tak lama kemudian, Presiden Joko Widodo mengundang Presiden Sauli Niinistö untuk berpindah tempat ke Bilateral Meeting Venue di Reception Hall guna melangsungkan pertemuan bilateral di antara keduanya beserta anggota delegasi dari Indonesia and Finlandia.

Setelah sekitar satu jam pertemuan, Presiden Joko Widodo dan Presiden Sauli Niinistö melanjutkan ke Credentials Hall untuk melaksanakan seremonial penandatanganan. Kedua Presiden tersebut bersama dengan delegasi dari kedua belah Negara menyaksikan acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang Sustainable, Clean and Renewable Energy and Energy Efficiency antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Y.M. Sudirman Said, dan Menteri Luar Negeri Finlandia,  Y.M. Timo Soini. Seremonial penandatanganan MoU dilanjutkan dengan pernyataan pers bersama oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Sauli Niinistö. Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Finlandia telah berlangsung selama 61 tahun. Pada pertemuan bilateral, beliau menjelaskan bahwa: (i) Di bidang ekonomi, 11 perusahaan papan atas Finlandia yang turut serta dalam kunjungan ini akan memanfaatkan peluang kerjasama yang terbuka lebar di Indonesia. Para pengusaha yang turut serta dalam kunjungan ini bergerak di bidang energi, infrastruktur, teknologi informasi dan manajemen pelabuhan. Presiden Joko Widodo juga menambahkan bahwa dirinya dan President Sauli Niinistö sepakat dengan target perdagangan kedua negara sebesar USD 1,16 miliar pada tahun 2016 dan sepakat untuk terus meningkatkan investasi agar dapat melebihi nilai investasi yang dicapai pada tahun 2014 sebesar USD 3,6 juta, (ii) Di bidang energi,  Indonesia dan Finlandia akan bekerjasama dalam mengembangkan energi terbarukan dan efisiensi energi, (iii) Di bidang ekonomi digital, Presiden Joko Widodo menyampaikan visi Indonesia sebagai negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dan mengajak perusahaan-perusahaan besar di Finlandia di bidang teknologi informasi untuk memanfaatkan momentum ini. Selain itu, Presiden Joko Widodo dan Presiden Sauli Niinistö juga membahas masalah lain seperti isu perubahan iklim, para pengungsi dari Timur Tengah dan Afrika Utara, penyelesaian konflik secara damai dan dukungan terhadap perdamaian dunia. Rangkaian acara hari itu ditutup dengan acara jamuan makan malam di Istana Negara.

Hari Rabu (4/11/2015), Presiden Sauli Niinistö, didampingi oleh Menteri Mohamad Nasir, mengunjungi sejumlah tempat di Jakarta. Tempat tujuan pertama pada hari itu adalah Taman Makam Pahlawan Kalibata, untuk melakukan upacara peletakan karangan bunga. Tempat tujuan kedua adalah Bank Indonesia. Presiden Sauli Niinistö bertemu dengan Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo untuk membahas tentang peningkatan kerjasama dengan Bank Finland melalui pertukaran informasi di bidang ekonomi. Tepat setelah itu, Presiden Sauli Niinistö melanjutkan ke tempat tujuan ketiga, yakni Balai Kota, untuk mengunjungi Gubernur Propinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Pada kesempatan itu, keduanya membahas mengenai bis listrik dan pengelolaan air limbah di Finlandia, yang akan diterapkan di Jakarta suatu hari nanti.  Kemudian, Presiden Sauli Niinistö berangkat menuju Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan untuk acara makan siang bersama Wakil Presiden RI, Y.M. Jusuf Kalla dan pertemuan dengan media tertentu. Presiden Sauli Niinistö kemudian melanjutkan kunjungannya, kali ini bersama-sama dengan Ibu Jenni Haukio, dan tetap didampingi oleh Menteri Mohamad Nasir, ke Gereja Katedral Jakarta dan Mesjid Istiqlal.

Pada malam hari, Presiden Sauli Niinistö, bersama dengan Ibu Jenni Haukio serta seluruh anggota delegasi Finlandia, dengan diantar oleh Menteri Mohamad Nasir dan pejabat lainnya, berangkat menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk melakukan perjalanan kembali ke Finlandia. (wn/bkkpristekdikti    )